RADAR JOGJA – Sudah lama terkenal menjadi wilayah dengan banyak wisata air membuat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo cukup berhati-hati menyambut Hari Raya Idul Fitri 2022 nanti. Pasalnya, pada momentum tersebut dipastikan masyarakat akan berbondong-bondong menggelar padusan. Upaya pembatasan di destinasi wisata pun bakal diberlakukan guna mencegah terjadinya klaster lebaran.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, dalam perayaan hari raya Idul Fitri di tahun ini pihaknya tidak akan melarang padusan pada destinasi wisata air di wilayahnya. Sebab, kegiatan tersebut merupakan tradisi yang sudah pasti dilakukan masyarakat sebagai wujud mensucikan diri menyambut Ramadan.

Namun mengingat sampai saat ini masih dalam situasi pandemi, Fajar mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi penularan Covid-19. Adapun hal yang bisa dilakukan yakni dengan selalu memakai masker dan menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Selain itu, Wakil Bupati Kulonprogo itu juga sudah berkoordinasi dengan para pengelola wisata supaya jangan lengah terhadap upaya pengawasan pengunjung. Ia meminta agar jangan sampai ada masyarakat yang berkerumun dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk mendata kondisi dan riwayat vaksinasi wisatawan.

“Untuk meminimalisir kerumunan kami juga meminta masyarakat untuk melaksanakan padusan di sekitar rumah saja. Prioritaskan dulu tempat representatif di sekitar tempat tinggal, jangan memilih tempat yang jauh namun justru ramai ketika padusan,”imbuh Fajar saat ditemui, kemarin (23/3).

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito menyampaikan, pada pengalaman menyambut musim Libur Natal dan Tahun Baru 2022 lalu pihaknya telah menyiapkan program cakruk wisata istimewa. Yakni sebuah bentuk koordinasi antar pengelola guna mengatasi lonjakan pengunjung yang ada di berbagai destinasi wisata di Kulonprogo.

Ia pun memastikan bahwa setiap pengelola wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) di wilayahnya juga telah siap menerapkan aturan serta menaati berbagai regulasi pencegahan virus Covid-19. Seperti protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE di destinasi wisata.

“Pada dasarnya kami di Dinas Pariwisata sebagai pelaksana tugas di lapangan akan patuh dan siap mentaati regulasi yang diberlakukan dalam rangka menekan persebaran Covid-19. Mayoritas pengelola wisata juga sudah dibekali dengan vaksinasi,” ujar Joko.

Ketua Pengelola Ekowisata Sungai Mudal Mudi Heriyanto mengatakan, kunjungan wisatawan luar daerah sampai saat ini masih belum maksimal Meski hasil tes antigen maupun swab PCR sudah tidak lagi wajib menjadi syarat perjalanan. Sehingga potensi penularan virus Covid-19 varian baru bisa diminimalisir. “Sampai saat ini kunjungan wisatawan masih didominasi pengunjung lokal,” terang Mudi. (inu/bah)

Kulonprogo