RADAR JOGJA – Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (Pustek UGM) bekerja sama dengan Pemkab Kulonprogo menggelar kegiatan bertajuk Festival Menoreh dengan tema “Menoreh Nyawiji Bersinergi”. Acara ini diadakan di Balai Kalurahan Banjasari, Kalibawang. Festival yang diikuti tujuh kalurahan di Kulonprogo ini digelar sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Festival Menoreh Tony Octavianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara desa dengan Pustek UGM dalam upaya membangkitkan ekonomi masyarakat. Di mana bentuk kegiatannya berupa pameran produk UMKM, festival budaya serta hiburan masyarakat.

Dikatakan, ada tujuh kalurahan di dua kapanewon di jalur otoritas Borobudur yang ikut berpartisipasi dalam festival ini. Yakni kalurahan Banjaroyo, Banjarsari, Banjarharjo, dan Banjararum yang masuk di Kapanewon Kalibawang. Serta Kalurahan Gerbosari, Sidoharjo, dan Purwoharjo yang masuk di Kapanewon Samigaluh.

“Untuk konsepnya kami berfokus untuk memberdayakan UMKM yang terpuruk akibat pandemi. Kegiatan ini juga merupakan konsep dari Pustek UGM yang kami gelar di tahun kedua,” ujar Tony saat ditemui seusai festival, Sabtu (4/12).

Turut hadir, Bupati Kulonprogo Sutedjo pun mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Pustek UGM ini. Menurutnya, Festival Menoreh bisa menjadi salah satu upaya agar masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Sebab, lanjut Sutedjo, dalam festival tersebut digelar pameran produk UMKM yang nantinya dapat memantik semangat para pelaku usaha. Khususnya dalam upaya mengembangkan inovasi perihal kemasan dan pemasaran produk milik para pelaku usaha

Bupati berharap kegiatan semacam itu dapat digelar secara berkelanjutan dan bisa menyasar kapanewon lain di Kulonprogo. Ini karena kegiatan seperti Festival Menoreh memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pustek UGM yang memberi pendampingan dalam Festival Menoreh. Ini kegiatan bagus dan bisa dilakukan kembali di lain tempat, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ucap Sutedjo.(*/inu/laz)

Kulonprogo