RADAR JOGJA РMeski capaian vaksinasi di Kulonprogo cukup tinggi, masih ada sebagian masyarakat yang belum menerima vaksin. Sebagai upaya percepatan pun terus dilakukan, termasuk dengan mendatangi langsung sasaran vaksin atau istilahnya door to door. Salah satunya  dilakukan oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BIN) DIJ.

Koordinator Vaksinasi Kulonprogo BIN DIJ Wury Atmaja mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan hal tersebut, nantinya masyarakat memiliki  kekebalan terhadap paparan virus Covid-19.

Namun demikian, lanjut Wury, sebagian masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan layanan vaksinasi khususnya masyarakat renta dan lanjut usia (lansia). Adapun penyebabnya, karena masyarakat dengan kategori tersebut memiliki keterbatasan untuk datang ke titik penyuntikan vaksin.

Diketahui sampai saat ini capaian vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo telah mencapai 342.720 sasaran. Untuk dosis pertama telah tercapai 294.930 (86,1 %) sementara dosis kedua tercapai 255.919 (74,7%), dan dosis ketiga tercapai 3.825 (133,37%).

“Sehingga pada kegiatan vaksinasi ini (door to door), warga lanjut usia juga menjadi sasaran karena merupakan usia yang rentan dan butuh perhatian khusus,” ujar Wury disela kegiatan vaksinasi door to door di Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kamis (2/12).

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, jumlah penerima vaksin yang semakin sedikit memang menjadi kendala bagi pihaknya dalam menyempurnakan capaian vaksinasi. Sebab, perlu dilakukan sinkronisasi data sasaran yang sudah menerima vaksin dengan data capaian di gugus tugas.

Menurut Fajar, sinkronisasi tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sasaran benar-benar sudah menerima vaksin ataupun yang belum. Upaya tersebut diakui cukup memakan waktu lama karena harus ada pendataan secara menyeluruh.

“Capaian vaksin 100 persen pada akhir tahun kami akui kesulitan, karena memang sasarannya sudah sedikit sekali. Serta kami juga menyampaikan bahwa data yang sudah divaksin dan belum divaksin juga belum disinkronkan,” ujar Fajar. (inu/bah)

Kulonprogo