RADAR JOGJA – Tiga kabupaten di kawasan perbukitan menoreh yakni Kulonprogo, Magelang dan Purworejo mengenalkan tarian yang nantinya akan menjadi identitas bagi ketiga wilayah tersebut. Tarian bernama Gelang Projo itu resmi dikenalkan kepada publik di Kawasan Tugu Malioboro, Yogyakarta International Airport (YIA), Senin (29/11).

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, tari Gelang Projo sendiri merupakan interaksi dari tiga wilayah yang saling berbatasan di perbukitan menoreh. Serta  merupakan bentuk singkatan kata dari Magelang, Kulonprogo dan Purworejo. Menurut Joko, Tari Gelang Projo juga merupakan kolaborasi dari tiga seni tari di tiga wilayah tersebut. Yakni tari Soreng dari Magelang, tari Lengger Tapeng dari Kulonprogo serta tari Dolalak yang berasal dari Purworejo. Ketiganya pun digabungkan dengan instrumen musik yang berasal dari masing-masing daerah.”Ini merupakan bentuk interaksi tiga budaya di tiga kabupaten,” ujar Joko disela soft launching tarian tersebut.

Terciptanya Tari Gelang Projo merupakan salah satu bentuk inisiasi salah satu lembaga pariwisata milik pemerintah yakni Badan Otorita Borobudur (BOB) agar menjadi salah satu atraksi bagi tiga kabupaten tersebut. Direktur Utama BOB, Indah Juanita mengatakan Tari Gelang Projo nantinya akan menjadi ikon atraksi pariwisata bagi kawasan otorita Borobudur.

Tari Gelang Projo nantinya juga akan ditampilkan pada agenda-agenda besar. Serta sebagai tari penyambutan untuk berbagai kegiatan di kabupaten Kulonprogo, Magelang dan Purworejo.

Indah menambahkan, dalam perkembangan seni tari tersebut nantinya juga masih dinamis. Sehingga masih dimungkinkan dilakukan perubahan untuk gerakan maupun cara penampilanya sesuai kesepakatan ketiga kabupaten yang terlibat. “Tujuannya (Tari Gelang Projo) adalah untuk memberi ikonik bagi kawasan otorita Borobudur dalam bentuk atraksi. Atraksi seperti ini harapannya bisa menarik wisatawan dan  menambah length of stay tamu yang datang ke kawasan otorita Borobudur,” ungkap Indah. (inu/pra)

Kulonprogo