RADAR JOGJA – Sidang praperadilan kasus dugaan korupsi GOR Cangkring yang melibatkan pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Rusdi Suwarno resmi diputuskan. Rusdi yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo dinyatakan batal penetapannya oleh hakim Happy Tri Sulistiyono.

Kuasa Hukum Rusdi Suwarno, Tuson Dwi Haryanto mengatakan, dibatalkannya penetapan tersangka terhadap kliennya lantaran tidak terbukti bersalah dalam sangkaan yang diajukan oleh Kejari Kulonprogo. “Yakni dugaan korupsi dalam proses pembangunan GOR Cangkring dengan bentuk penyalahgunaan wewenang dan upaya memperkaya diri sendiri dalam proses proyek,” ungkapnya usai persidangan kemarin (29/11).

Dengan sudah kabulnya sidang pra peradilan tersebut, maka status tersangka yang sebelumnya melekat pada Rusdi Suwarno pun juga dinyatakan lepas. Serta segala proses hukum yang sebelumnya dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kulonprogo selama sidang praperadilan telah batal demi hukum, karena minimnya alat bukti yang disetujui dalam persidangan sesuai undang-undang tindak pidana korupsi (tipikor).

“Dengan sudah dikabulkannya pra peradilan ini maka status tersangka klien kami batal demi hukum. Kemudian apapun upaya yang dilakukan oleh kejaksaan secara otomatis batal serta tidak memenuhi unsur apa yang di sangkakan yakni pasal 1 dan 3 tentang penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri sendiri,” ujar Tuson saat ditemui seusai persidangan, Senin (29/11).

Sementara itu, terkait dengan putusan sidang tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kulonprogo Kristian Yuni Purnawanti mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Rusdi Suwarno. Sebab, sesuai penghitungan pihaknya, dugaan korupsi pembangunan GOR Cangkring bisa merugikan negara lebih dari Rp 120 juta.

Kemudian terkait gugatan rehabilitasi yang akan diajukan Rusdi Suwarno, Kristanti menyebut hal itu tidak ada kaitannya dengan penetapan tersangka. Lantaran Rusdi tidak dirugikan dalam hal apapun selama ditetapkan tersangka dugaan korupsi GOR Cangkring. Sementara untuk tersangka AN kini Kejaksaaan Negeri Kulonprogo masih terus melakukan penyidikan.”Kami menyayangkan terhadap putusan hakim. Di antaranya tidak mempertimbangkan bukti audit hasil investigasi yang tidak dihadirkan sebagai bukti. Kedepan kami menyiapkan strategi baru untuk memeriksa dan menetapkan kembali tersangka,” ujar Kristanti. (inu/pra)

Kulonprogo