RADAR JOGJA – Pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) Yogyakarta International Airport (YIA) ke Pemkab Kulonprogo terkendala lantaran situasi pandemi Covid-19. Meski pemerintah setempat memberi keringanan pembayaran pajak, namun belum juga dibayarkan pihak bandara.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, adapun besaran pajak dari YIA sendiri berjumlah Rp 73 miliar, namun karena adanya situasi pandemi Covid-19 pembayar pajak telah diberi keringanan sebesar 65 persen. Sehingga besaran pajak bangunan bandara terbesar di Jogjakarta itu berkurang menjadi Rp 28 miliar.

“Sesuai ketentuan regulasi, karena nilai seluruhnya NJOP (nilai jual objek pajak) di atas Rp 3 triliun kemudian bisa dapat pengurangan sampai 65 persen dan itu sudah kami lakukan,” ujar Sutedjo ditemui, kemarin (26/11).

Namun demikian, lanjut Sutedjo, Pemkab Kulonprogo sampai saat ini masih belum menerima pembayaran pajak, karena pihak Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola bangunan YIA masih mengajukan keringanan. Padahal , keterlambatan pembayaran pajak berakhir pada awal Desember 2021 mendatang.

Lebih lanjut, ungkap Sutedjo, meski sudah diberikan keringanan pajak sebesar 65 persen, pihak AP 1 masih keberatan dengan besaran pembayaran pajak sebesar Rp 28 miliar, dan mengajukan keringanan pajak kembali.

Sebabnya, lanjut orang nomor satu di Kulonprogo itu, pihak AP 1 mengaku mendapat dampak dari pandemi Covid-19 dari segi penghasilan. Sehingga, pihaknya cukup kesulitan perihal pembayaran pajak bangunan lahan bandara yang dibebankan. Pemkab Kulonprogo sendiri masih mempertimbangkan permintaan yang diajukan AP 1.

“Jadi pertemuan dengan Angkasa Pura kemarin masih meminta pengurangan pajak, tentu dengan berbagai alasan karena pandemi Covid-19 dan sebagainya. Sehingga kemudian masih meminta keringanan, kami akan mempertimbangkan dan bahas lagi apa yang diminta Angkasa Pura,” ujar Sutedjo.

Radar Jogja telah berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada General Manager Angkasa Pura 1 Agus Pandu Purnama melalui pesan singkat WhatsApp. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait pembayaran pajak tersebut. (inu/bah)

Kulonprogo