RADAR JOGJA – Kasus dugaan korupsi yang dilakukan dalam proses pembangunan GOR Cangkring di Kapanewon Wates, Kulonprogo disoroti kalangan legislatif. Komisi III DPRD Kulonprogo khawatir pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi bisa berdampak pada pendeknya umur bangunan.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Nur Eny Rahayu mengatakan, dalam suatu pembangunan pasti ada perencanaan yang harus mengacu pada standar spesifikasi bangunan yang ditentukan. Dimana spesifikasi yang sesuai nantinya juga akan berpengaruh terhadap usia bangunan.

Dalam kasus pembangunan GOR Cangkring, lanjut Eny, apabila dalam proses pembangunannya dilakukan korupsi dan dampaknya dapat mperpendek usia bangunan. Maka hal tersebut merupakan sebuah kerugian negara dan sebuah bentuk pelanggaran hukum karena berpotensi memboroskan anggaran untuk perbaikan kedepannya.

“Dampaknya akan berkali-kali membangun perbaikan dan memboroskan anggaran,” ujar Eny saat dikonfirmasi, Jumat (26/11).
Menurut Eny, dalam kasus pembangunan GOR Cangkring bisa dikatakan ada kasus korupsi apabila memenuhi tiga klausul. Yakni bila proses pembangunannya merugikan negara, menguntungkan pribadi atau kelompok dan melawan hukum.

Untuk itu, ia berharap agar lembaga terkait bisa melakukan penyelidikan mendalam terhadap proses pembangunan fasilitas olahraga yang berada di kapanewon Wates tersebut. Termasuk menyelidiki potensi berkurangnya umur bangunan karena pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Perlu diselidiki sampai umur bangunan juga, karena spesifikasi yang tidak sesuai pasti ada hubungannya dengan umur bangunan,” ungkap politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Sebagaimana diketahui, RS salah satu pejabat di Disdikpora Kulonprogo ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo dalam dugaan kasus korupsi pembangunan GOR Cangkring. Pejabat tersebut diketahui mempunyai peran sebagai pemilik proyek dan menentukan anggaran dalam pembangunan GOR tersebut. (inu/bah)

Kulonprogo