RADAR JOGJA – Di Kulonprogo, lambannya penanganan dampak bencana fenomena La Nina di Kulonprogo diketahui lantaran instansi terkait tidak memiliki anggaran serta adanya aturan dari birokrasi dari pemerintah setempat. Untuk penerjunan alat berat saja, BPBD Kulonprogo harus menunggu Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat dari Bupati karena tidak memiliki anggaran penanganan bencana secara langsung.

Kepala BPBD Kulonprogo Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, untuk upaya penanganan bencana di wilayahnya, sampai saat ini pihaknya masih terkendala belum adanya anggaran yang sifatnya bisa digunakan secara langsung. Sehingga, untuk penanganan bencana seperti pengerukan tanah longsor di Kalurahan Jatimulyo, BPBD hanya bisa mengandalkan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) milik Pemkab Kulonprogo.

Untuk penggunaan anggaran pun, lanjut Joko, pihaknya juga harus melalui birokrasi berupa penerbitan SK Tanggap Darurat dari Bupati Kulonprogo. Baru setelah keputusan itu turun, instansi itu bisa mengalokasikan anggaran dari BTT untuk kebutuhan penanganan bencana di wilayah terdampak.“Untuk penggunaan anggaran BTT hanya bisa dikeluarkan setelah adanya SK Tanggap Darurat Bupati, sehingga secara on call BPBD tidak punya anggaran untuk pengerukan tanah longsor di Jatimulyo kemarin,” ujar Joko Jumat (19/11).

Namun demikian, anggaran dan birokrasi bukan satu-satunya kendala BPBD Kulonprogo dalam upaya penerjunan alat berat. Joko mengatakan, ada faktor kondisi alam yang membuat pihaknya enggan tergesa-tergesa menerjunkan alat berat. Dari hasil pengamatan BPBD Kulonprogo, pada titik longsor di Jalan Kutogiri-Gunungkelir Padukuhan Kembang diketahui memiliki aliran air yang berpotensi menimbulkan longsor susulan. Namun setelah dilakukan pengamatan ulang, ternyata aliran air tersebut sudah menipis dan dirasa aman untuk penerjunan alat berat.

Terkait dengan jumlah anggaran BTT 2021 sendiri, Bupati Kulonprogo Sutedjo menyatakan total anggarannya mencapai Rp. 20 miliar. Dana tersebut telah disiapkan untuk penanganan dampak bencana fenomenan La Nina yang kemungkinan terjadi selama akhir tahun ini. “Sebelumnya BMKG telah memberikan imbauan terkait potensi bencana dari fenomena La Nina. Sehingga segala sesuatunya sudah sepatutnya harus dipersiapkan,” ujar Sutedjo. (inu/pra)

Kulonprogo