RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo berharap agar pelaksanaan dan distribusi vaksin bagi anak usia dibawah 12 tahun bisa dipercepat. Hal itu merujuk cukup banyaknya temuan kasus terkonfirmasi positif pada anak-anak di jenjang sekolah dasar (SD).

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, jumlah temuan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan berasal dari kegiatan swab acak atau surveilans dengan sasaran siswa sekolah memang terhitung cukup banyak. Bahkan, mayoritas kasus positif banyak ditemukan pada anak-anak SD yang belum menjadi sasaran vaksinasi karena usianya di bawah 12 tahun.

Dengan kondisi tersebut, Fajar pun berharap agar pemerintah pusat bisa lebih mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak dengan usia dibawah 12 tahun. Sehingga potensi penularan atau temuan kasus Covid-19 dalam kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak kembali terjadi.

Disinggung tentang kesiapan gugus tugas dalam pelaksanaan vaksinasi anak di bawah 12 tahun, Wakil Bupati Kulonprogo itu mengaku instansi terkait sudah siap dengan sarana dan sumber daya manusia (SDM)-nya. Pihaknya kini tinggal menunggu distribusi vaksin dan waktu pelaksanaannya saja.

“Melihat hasil dari surveilans yang dilakukan kepada siswa di Kulonprogo, kami berharap agar vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun bisa lebih dipercepat dan segera diwujudkan karena banyak temuan. Secara SDM dan kesiapan pelaksanaan vaksinasinya kami sudah sangat siap,” ujar Fajar saat ditemui, Rabu (17/11).

Sementara terkait dengan evaluasi perpanjangan PPKM Level 2 di Kulonprogo, Fajar meminta agar masyarakat lebih patuh terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes). Sehingga harapannya kasus Covid-19 di wilayah tersebut tidak kembali meninggi dan segera turun ke Level 1.

Lebih lanjut, menurut Fajar, adanya penambahan kasus dari pelaksanaan surveilans di Kulonprogo tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan level PPKM di Kulonprogo. Sebab, kegiatan tersebut merupakan instruksi dari pemerintah pusat untuk melihat potensi penularan saat dalam pelaksanaan PTM yang kini tengah digelar secara terbatas.

“Adanya temuan kasus positif karena surveilans ini tidak akan mempengaruhi level PPKM di Kulonprogo, sebab sesuai aturan ada banyak faktor yang mempengaruhi penilaian PPKM. Kalau melihat penambahan kasus harian, di Kulonprogo sudah sangat bagus,” ungkapnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Eko Teguh Santoso membenarkan capaian vaksinasi untuk siswa SD di Kulonprogo tergolong rendah. Sampai saat ini capaiannya baru sekitar 700-an atau baru 4 persen dari total 18.000 siswa.

Sebabnya, lanjut Eko, karena mayoritas siswa pada jenjang SD belum memenuhi persyaratan untuk vaksinasi. “Terkait dengan banyaknya kasus positif pada siswa SD saat surveilans PTM ini, kemungkinan terbesarnya adalah karena mereka belum divaksin. Sebab kebanyakan yang kena merupakan anak yang usianya di bawah 12 tahun,” ungkap Eko. (inu/bah)

Kulonprogo