RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ menyebut kabupaten Kulonprogo merupakan wilayah yang cukup rawan terhadap potensi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Sehingga perlu adanya berbagai pencegahan. Upaya itu diwujudkan dengan pembentukan Kalurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di kabupaten tersebut.

Kepala BNNP DIJ Andi Fairan mengatakan, untuk saat ini peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan. Namun juga menyasar wilayah pedesaan, dan bahkan kasusnya cenderung banyak terjadi di desa. “Sasaran penggunanya pun beragam, mulai dari nelayan, petani hingga pekerja swasta,” katanya pencanangan Desa Bersinar, pekan lalu.
.
Andi menambahkan, desa-desa yang berada di wilayah penyangga kota, perbatasan provinsi dan pesisir pantai seperti di Kulonprogo menjadi daerah yang sangat rawan terhadap peredaran gelap narkoba. Terlebih, saat ini Kulonprogo juga memiliki bandara internasional yang menjadi tempat keluar masuknya barang dan manusia domestik maupun internasional. “Maka diperlukan ketahanan yang kuat dari desa untuk menanggulangi permasalahan narkoba,” ujar Andi.

Sebagai salah satu perwujudan upaya penanggulangan masalah narkoba di Kulonprogo. BNNP DIJ menggagas Kalurahan Bersinar yang menjadi program memerangi narkoba untuk menuju Indonesia bersih dari narkoba.  Total ada enam desa yang dijadikan pilot project program Kalurahan Bersinar.  Di antaranya satu kelurahan yakni Wates, dan lima kalurahan meliputi Jangkaran, Jatisarono, Sentolo, Cerme dan Pendoworejo.

Bupati Kulonprogo Sutedjo berharap kegiatan pencanangan Kalurahan Bersinar di kabupaten Kulonprogo bisa memberi dampak positif kepada masyarakat. Khususnya terhadap upaya penanggulangan serta pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ia juga meminta agar para pihak yang menjadi bagian dalam Kalurahan Bersinar itu juga dapat mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba.(inu/pra)

Kulonprogo