RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo kembali mencatat penambahan jumlah siswa yang terkonfirmasi positif dari hasil swab acak atau surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PYM) Terbatas di wilayah tersebut. Selama lima hari pelaksanaan surveilans total sudah 65 siswa yang terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan hingga kemarin atau selama lima hari pelaksanaan swab acak pihaknya mencatat sudah ada 65 siswa yang terkonfirmasi positif dari total 1.389 sampel yang sudah diujikan. Rinciannya, 48 orang merupakan siswa jenjang SD, 3 siswa jenjang SMP dan 14 orang siswa jenjang SMA.

Dari 65 siswa yang terkonfirmasi positif itu kesemuanya dinyatakan tanpa gejala dan kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Lalu untuk sekolah yang menjadi lokasi penularan sebagian sudah dihentikan PTM Terbatas hingga 15 hari ke depan.

Untuk rincian sekolah yang dihentikan PTM-nya secara keseluruhan oleh gugus tugas, Sekertaris Dinas Kesehatan Kulonprogo itu mencatat total ada 12 sekolah yakni 10 SD dan dua SMA. Sementara untuk yang dihentikan PTM-nya hanya untuk satu kelas ada 5 SD, 3 SMP dan 2 SMA. Lalu yang bisa dilanjutkan PTM ada 18 kelas, meliputi 13 SD, 3 SMP dan 2 SMA.”Untuk sekolah yang PTM-nya dihentikan kini dilanjutkan dengan pembelajaran secara daring,” ujar Baning, kemarin (14/11).

Terkait dengan kelanjutan program surveilans ini, Baning mengatakan hingga saat ini sudah sebanyak 39 sekolah telah melakukan surveilans dari total sasaran 56 sekolah. Sementara untuk total sasarannya siswa dan gurunya tercatat mencapai 2.273 orang. Hingga sekarang untuk target sasarannya sendiri telah tercapai sekitar 60 persen. “Untuk pengambilan sampelnya kami lakukan random dengan jumlah 10 persen dari total jumlah siswa dan guru. Di minggu depan ada 17 sekolah lagi yang kami jadwalkan surveilans,” ungkapnya.

Terpisah, Sekertaris Disdikpora Kulonprogo Eko Teguh Santoso mengatakan, setelah adanya kasus penularan di beberapa sekolah kini pihaknya resmi mengubah regulasi PTM. Untuk pelaksanaannya, kini PTM Terbatas dirubah aturannya semula 50 persen menjadi maksimal hanya 25 persen dari total keseluruhan siswa.  “Sekolah melalui kepala sekolahnya juga harus mengawal, mengawasi dan mengontrol penerapan protokol kesehatan secara ketat selama kegiatan PTM Terbatas ini,” ujar Eko. (inu/pra)

Kulonprogo