RADAR JOGJA – Sebuah kandang ayam di wilayah Padukuhan Sadang, Kalurahan Tanjungharjo, Kapnewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo mengalami kebakaran hebat pada Selasa (9/11) dini hari. Akibat kejadian tersebut pemilik merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, peristiwa itu menimpa Giman,52 warga Kuningan, Jawa Barat selaku pemilik kandang tersebut. Kejadian kebakaran tersebut diketahui oleh warga sekitar pada pukul 00.30 dengan kondisi api sudah dalam keadaan menyala besar membakar kandang.

Dikatakan Jeffry, akibat kejadian itu api membakar habis sebagian besar kandang ayam dengan ukuran 54 x 10 meter persegi. Bahan utama kandang yang terbuat dari bambu dan kayu diduga membuat api cepat menjalar dan menghabiskan seisi bangunan.

Atas peristiwa itu, ia menyatakan pemilik juga merugi hingga Rp 533,5 juta. Dengan rincian membakar 12.000 ekor ayam dengan total harga Rp 90 juta, kemudian 100 sak pakan ayam seharga Rp. 43,5 juta dan bangunan kandang senilai Rp. 400 juta.

Jeffry menambahkan, dari hasil dari olah kejadian tempat perkara, polisi menemukan dugaan penyebab kebakaran diakibatkan karena korban tidak mengecek pemanas kandang yang berbahan bakar briket arang. Sehingga, diduga percikan api bersumber dari pemanas dan mengenai sekam padi dan membuat api cepat membesar.

“Dugaan awal mula terjadinya kebakaran bersumber dari percikan api yang bersumber dari pemanas,” ujar Jeffry dalam keterangannya, kemarin.
Terpisah, Staf Data Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Nur Uswatun Khasanah menyatakan, hingga bulan November ini jumlah kejadian kebakaran di Kulonprogo tercatat mencapai 32 kasus. Rata-rata penyebab kebakaran disebabkan karena unsur ketidaksengajaan, seperti meninggalkan rumah dengan tungku api menyala, pembakaran sampah dan konsleting listrik.

Dengan cukup banyaknya kejadian kebakaran ini, ia meminta agar masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan. Diantaranya dengan tidak meninggalkan rumah dengan keadaan sumber api menyala dan menggunakan perangkat kelistrikan yang sesuai standar. “Harapannya, dengan kewaspadaan yang ditingkatkan dampak kebakaran bisa diminimalisir,” terang Nur. (inu/bah)

Kulonprogo