RADAR JOGJA – Kalurahan Sukoreno yang berada di Kapanewon Sentolo, Kulonprogo kini terus berupaya mengembangkan berbagai potensi desa. Salah satunya dengan menggandeng universitas dalam upaya memaksimalkan potensi desa dalam sektor agrowisata dan ekonomi kreatif (ekraf)

Lurah Sukoreno Olan Suparlan mengatakan, dalam mengembangkan potensi berupa agrowisata dan ekraf pihaknya bekerjasama dengan perguruan tinggi. Kerjasama tersebut diwujudkan dengan Festival Agrowisata dan Industri Kreatif yang merupakan wujud dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari dua kampus tersebut. Kegiatan itu digelar pada Sabtu (6/11) di Desa Wisata Jatimoncol.

Menurut Olan, hasil dari program yang telah dilaksanakan oleh tim dari dua kampus tersebut nantinya juga akan semakin dikembangkan. Hingga menyasar tingkat keluarga guna meningkatkan pendapatan dan taraf ekonomi masyarakat. “Program ini juga mendukung kami dalam rangka merintis desa wisata Sukoreno menuju Desa Budaya Mandiri pada 2022 mendatang,” imbuh Olan disela kegiatan, Sabtu (6/11) Senin.

Bupati Kulonprogo Sutedjo berharap, program yang dilaksanakan oleh dua universitas tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya terhadap peningkatan dan perbaikan perekonomian masyarakat desa.

Orang nomor satu di Kulonprogo itu juga mengapresiasi langkah jajaran akademisi dalam upaya membangun dan mengembangkan sumber daya desa melalui berbagai program. Ia pun berharap agar para mahasiswa bisa mengembangkan program serupa bisa di desa lainnya.”Meksipun kecil namun kami menilai sumbang sih dari keduanya sangat luar biasa bagi masyarakat, dan sangat menginspirasi bagaimana semua dilakukan untuk memperbaiki perekonomian masyarakat desa,” ucap Sutedjo. (inu/pra)

Kulonprogo