RADAR JOGJA – Sementara itu, Dinas Perhubungan Kulonprogo bakal lebih meningkatkan pengawasan. Terutama persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Dishub Kulonprogo Lucius Bowo Pristiyanto mengatakan, peningkatan pengawasan tersebut pelru dilakukan sebagai upaya mencegah melonjaknya kasus penularan Covid-19. Terlebih, selama masa libur akhir tahun nanti juga diprediksi akan ada lonjakan aktifitas manusia seperti wisatawan yang berasal dari berbagai daerah.

Dikatakan Bowo, bentuk dari upaya tersebut nantinya akan pengetatan pengawasan terhadap kendaraan luar daerah, seperti bus dan mobil. Personil pun akan disiagakan di terminal hingga destinasi wisata guna memastikan kelengkapan syarat perjalanan masyarakat dari luar Kulonprogo.

Aturan tersebut sejatinya juga telah berlaku sejak pelonggaran masa PPKM di Kulonprogo dilonggarkan menjadi Level 2. Dishub Kulonprogo, bekerjasama dengan berbagai unsur seperti Dishub DIJ, TNI/Polri, Satpol PP hingga para pengelola wisata melakukan pengawasan di terminal serta destinasi wisata yang ramai pengunjung.”Kami lakukan pendataan bus-bus wisata di Terminal Wates serta memastikan kelengkapan syarat bagi wisatawan di tiap destinasi wisata melalui Tempat Pemungutan Retribusi (TPR),” ujar Bowo saat dikonfirmasi Radar Jogja, Minggu (7/11).

Kemudian terkait dengan penegakan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang aturan kapasitas maksimal penumpang pada moda transportasi umum seperti bus. Bowo memastikan setiap bus pariwisata yang masuk ke Kulonprogo akan sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti setiap penumpang harus sudah divaksin dan kapasitas penumpang maksimal 70 persen dan.

Namun apabila ada bus yang terbukti melanggar, ia menegaskan bahwa petugas akan memberi sanksi tegas. Sanksi bisa berupa teguran lisan hingga permintaan putar balik.”Sampai saat ini masih terkoordinasi dengan baik (penegakan aturannya) dan akan berlaku pula untuk libur Nataru nanti,” ungkap Bowo.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kulonprogo Raden Sukirno menyatakan, untuk personil yang dikerahkan pada libur Nataru mendatang nantinya akan berjumlah 20 orang. Pihaknya kini juga telah menyiapkan berbagai upaya guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.”Kami rencananya akan menerapkan sistem ganjil-genap. Tetapi untuk pelaksanaannya akan menyesuaikan perkembangan di lapangan,” ungkap Sukirno. (inu/pra)

Kulonprogo