RADAR JOGJA – Keindahan alam di Kulonprogo tepat untuk menjadi jujukan melepas penat. Salah satu yang patut dicoba adalah Bukit Sebantung. Destinasi wisata ini juga sering disebut  sebagai Kedung Pedut Jilid Dua.

IWAN NURWANTO, Kulonprogo, Radar Jogja

Suara gemericik air merdu berpadu dengan kicau burung di kawasan itu. Keindahan sungai dan rimbunnya pepohonan juga bakal memanjakan mata. Karena berada di kawasan konservasi, menjadikan alam  di Bukit Sebantung terjaga keasriannya.

Sudah sejak 2018 lalu masyarakat mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata. Lokasinya juga masih satu aliran dengan Air Terjun Kedung Pedut. Bukit Sebantung sendiri merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan sungai, lengkap dengan air terjunnya. Lokasinya berada di tengah hutan dan airnya bersumber langsung dari mata air. Udaranya segar dan airnya masih sangat jernih.

Terletak di wilayah perbukitan, juga membuat pengunjung bisa merasakan sensasi udara dingin di kawasan itu. Tak jarang kabut pun turun dan syahdu di pegunungan di Bukit Sebantung.

Ketua Pengelola Wisata Kedung Pedut Yuwono mengatakan, Bukit Sebantung dibangun pada lahan seluas 1,5 hektare. Serta berjarak 100 meter dari wisata air terjun Kedung Pedut dan masih satu kesatuan dalam pengelolaannya.

Selain menawarkan keindahan berupa sungai alami dan air terjun, Bukit Sebantung juga didukung sarana dan prasarananya. Seperti lokasi outbound, bangunan joglo, gazebo, dan berbagai sarana penunjang lain. Di kawasan itu juga terdapat warung kopi yang menyediakan berbagai makanan dan minuman.

“Antusiasme wisatawan untuk datang ke Bukit Sebantung atau Kedung Pedut Jilid Dua ini juga tinggi. Sebelum pandemi, saat akhir pekan pengunjung di sini bisa mencapai 500 orang,” ungkap Yuwono saat ditemui Radar Jogja  (2/11).

Namun saat pandemi Covid-19, kunjungan wisata ke Kedung Pedut maupun Bukit Sebantung diakui mengalami penurunan. Pada situasi saat ini kunjungan ke destinasi tersebut hanya mencapai 200 hingga 300 wisatawan.

Pada musim hujan seperti sekarang, pengelola juga meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi bencana alam seperti banjir akan mengintai pada situasi seperti, terlebih dengan adanya fenomena La Nina. Untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung, pengelola kini lebih memaksimalkan dengan mengawasi pengunjung.

Bagi pengunjung juga diimbau untuk lebih berhati-hati apabila cuaca sedang mendung atau hujan. Selain meningkatkan kewaspadaan, Yuwono menambahkan pihaknya juga rutin melakukan pembersihan terhadap saluran-saluran air di Kedung Pedut. Pasalnya, ketika debit air meninggi, hal itu turut membawa sampah yang menyumbat aliran air.

“Untuk musim hujan ini, apalagi adanya fenomena La Nina, tentu kami meningkatkan kewaspadaan. Pengunjung kami imbau agar menjauh dari air ketika debit air besar. Pengelola juga harus sadar dengan kondisi alam,” ujar Yuwono. (laz)

Kulonprogo