RADAR JOGJA – Syarat perjalanan dengan menggunakan hasil negatif rapid test antigen belum sepenuhnya berlaku di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Sehingga saat ini penumpang pesawat masih diwajibkan menggunakan hasil tes swab PCR. Manajemen bandara pun masih menunggu instruksi pemerintah pusat terkait berlakunya kebijakan syarat antigen bagi pengguna jasa bandara.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat melalui Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM memberikan kebijakan baru untuk syarat perjalanan udara. Yakni berupa syarat hasil negatif rapid antigen yang berlaku 1×24 jam atau hasil swab PCR yang berlaku 3×24 jam.

General Manager PT Angkasa Pura I YIA Agus Pandu Purnama mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Gugus Tugas Covid-19. Terkait dengan kelonggaran syarat perjalanan yang bisa menggunakan hasil rapid test antigen.

Sehingga sampai saat ini, lanjutnya, Bandara YIA masih memberlakukan kebijakan untuk syarat perjalanan berupa hasil negatif dari swab PCR. Syarat tersebut berlaku bagi calon penumpang dengan perjalanan domestik.
“Hingga saat ini kami masih mewajibkan PCR. Untuk syarat perjalanan menggunakan antigen, kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat melalui SE Kemenhub atau Gugus Tugas. Jika sudah ada itu, maka akan dirubah persyaratannya,” ungkap Pandu saat ditemui, kemarin (2/11).

Sementara terkait tingkat penerbangan di bandara, Pandu mengungkapkan untuk saat ini telah berangsur naik, seiring adanya pelonggaran PPKM. Hingga bulan November, rata-rata penumpang di YIA telah mencapai 5.000 orang per hari.

Jumlah itu meningkat dibanding periode bulan Juli-Agustus atau ketika masa PPKM yang rata-ratanya hanya 1.200 sampai 1.500 penumpang per hari. Sementara ketika aktivitas bandara normal atau periode bulan Mei-Juni, rata-rata penumpang mencapai 6.000-an orang.

“Harapan kami dengan adanya instruksi Kemendagri Nomor 57 ini bisa kembali meningkatkan jumlah pengguna bandara atau minimal bisa kembali seperti bulan Juni sebesar 6.000 penumpang,” tambah Pandu.

Soal kebijakan ini, salah seorang calon penumpang YIA Novia Budiarti mengaku menyambut baik, apabila hasil negatif antigen bisa menjadi syarat perjalanan. Pasalnya, selama ini untuk melakukan tes swab PCR cukup membebani dalam hal biaya perjalanan. “Apalagi sekarang sudah vaksinasi, sehingga antigen menurut saya sudah cukup,” ungkapnya. (inu/laz)

Kulonprogo