RADAR JOGJA – Kalurahan Jatimulyo, di Kapaewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo resmi menjalani pendampingan sumber daya manusia (SDM) dan lembaga wisata dari program desa mandiri budaya yang digadang Pemprov DIJ. Pendampingan tersebut akan berjalan selama lima hari dengan melibatkan akademisi dari Universitas Sanata Dharma (USD).

Dosen USD Ike Janita Dewi mengungkapkan, Desa Jatimulyo memiliki potensi yang luar biasa dalam berbagai hal. Seperti potensi keindahan alam, budaya serta keragaman kuliner yang selama ini sudah dirawat dan dijaga oleh masyarakat sekitar.Agar pemanfaatannya bisa maksimal, Ike menyebut, harus didukung dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mempromosikan berbagai potensi yang ada. Hal itu juga yang menjadi dasar pendampingan desa mandiri budaya di Kalurahan Jatimulyo. Yakni peningkatan kemampuan SDM dan kelembagaan wisata. “Pengelolaan desa wisata bisa berhasil dengan dua faktor, yakni kelembagaan dan SDM. Sehingga peran Pokdarwis untuk mengelola kerangka koordinasi pariwisata di tingkat kalurahan harus optimal,” ujar Ike disela pendampingan desa mandiri budaya Jatimulyo yang digelar di Kembang Kopi, Senin (1/11).

Carik Jatimulyo, Mardiyanta menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Ia berharap dampak dari program Pemprov DIJ itu bisa meningkatkan potensi pariwisata di desanya sehingga nantinya juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain memiliki potensi di bidang keindahan alam, kuliner serta budaya. Mardiyanta menyampaikan bahwa desa Jatimulyo juga memiliki potensi lain berupa pusat konservasi berbagai jenis burung. Hal tersebut tentunya akan menambah variasi daya tarik pariwisata bagi pengunjung. “Kami tentu berharap dengan pendampingan ini, nantinya kami bisa lebih baik lagi dalam pengelolaan berbagai potensi di Jatimulyo,” ujar Mardiyanta. (inu/pra)

Kulonprogo