RADAR JOGJA – Kondisi geografis Kabupaten Kulonprogo yang langsung berbatasan dengan pantai membuat potensi kecelakaan air (laka air) menjadi cukup tinggi. Melihat kondisi tersebut, Jajaran Polres Kulonprogo dilatih kemampuan save and rescue (SAR) air.

Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, kemampuan serta keterampilan dalam hal pertolongan air memang menjadi hal yang cukup penting untuk dipahami dan dipahami oleh jajarannya. Terlebih, kondisi geografis Kulonprogo langsung berbatasan dengan pantai dan merupakan jujukan wisatawan dari berbagai daerah.

Karena hal tersebut, lanjut Fajarini, Polres Kulonprogo kemudian menggelar latihan SAR Air di Laguna Pantai Glagah Kulonprogo pada Kamis (29/10) kemarin. Latihan tersebut melibatkan seluruh anggota dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalitas setiap personel Polres Kulonprogo.

“Pelatihan ini sebagai cara untuk mensinergikan gerakan ketika terjadi bencana atau musibah di air. Serta wujud pembinaan personel dalam membekali kemampuan perorangan maupun satuan guna mendukung tugas di lapangan, dan untuk membentuk mental personel apabila dibutuhkan untuk bergerak di lautan lepas,” ungkap Kapolres, Jumat (29/10).

Lebih lanjut, polwan kelahiran Bantul itu menyatakan, tujuan latihan itu juga sebagai upaya menjaga ketahanan personel dalam hal evakuasi korban laka air. Serta sebagai sarana mendidik setiap anggota agar lebih profesional dan paham akan tugas pokok di masing-masing jajarannya.

Sebab, musibah atau keadaan darurat di perairan seperti sungai atau laut merupakan kejadian yang tak diharapkan oleh siapapun. Untuk itu dibutuhkan respon dan upaya penanganan sesegera mungkin tanpa melupakan faktor keselamatan diri sendiri. “Teknik penyelamatan yang baik tidak hanya mempermudah penolong dalam melakukan penyelamatan, tetapi juga harus menjamin keselamatan si penolong itu sendiri,” terang Fajarini. (inu/bah)

Kulonprogo