RADAR JOGJA – Seorang karyawan BUMN menjadi korban penipuan kasus jual beli tanah kavling di Padukuhan Wijilan, Kalurahan Wijimulyo, Nanggulan. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang ditanggung korban asal Sleman tersebut mencapai Rp 260 juta.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, identitas korban dari kasus tersebut diketahui bernama Ari Eko Wijanarko, 35. Seorang karyawan BUMN asal Sleman. Bermula ketika korban membeli tanah kavling dari pelaku bernama Arwan Prasetya senilai Rp 200 juta.

Saat uang sudah dibayarkan, korban belum menerima sertifikat hak milik (SHM) tanah miliknya. Dengan alasan dari pelaku jika SHM akan terbit setelah tiga bulan pembelian. Setelah tiga bulan berakhir, korban kemudian menagih SHM kepada pelaku.

Namun, yang disodorkan adalah penawaran untuk membeli tanah kavling lain seharga Rp 60 juta. Dengan tujuan agar proses penerbitan SHM tanah yang dibelinya bisa lebih cepat. Korban pun setuju dan segera menyelesaikan pembayaran tanah tersebut. Setelah pembayaran selesai, korban masih tak kunjung mendapatkan SHM dari pelaku. “Sehingga korban kemudian melaporkan dugaan kasus penipuan tersebut kepada polisi pada 6 Juni,” ujar Jeffry Rabu (20/10).

Berbekal laporan itu, pencarian terhadap pelaku Arwan Prasetya dilakukan. Setelah melalui penyelidikan panjan, keberadaan pelaku berhasil diendus pada Jumat (15/10). Pelaku diketahui tinggal bersama istrinya di salah satu rumah kontrakan. Berada di Padukuhan Klempukan, Kalurahan Sindutan, Temon.

Setalah dipastikan penghuni rumah merupakan Arwan Prasetya, polisi pun melakukan penggerebekan dan menangkap pelaku beserta barang barang bukti berupa satu buah handphone. “Untuk saat ini pelaku kami amankan dan kami bawa ke Polres Kulonprogo guna proses hukum lebih lanjut,” beber Jeffry. (inu/eno)

Kulonprogo