RADAR JOGJA – Sesuai keputusan pemerintah pusat, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2. Gugus setempat meminta agar masyarakat jangan terlalu euforia dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana berharap, perubahan level dari 3 menjadi level 2 di PPKM di Kulonprogo bisa disambut bijak oleh masyarakat. Ia pun meminta agar masyarakat jangan terlalu euforia dan harus tetap menerapkan prokes ketat agar kasus Covid-19 tidak kembali meninggi.

Terkait dengan evaluasi terhadap perubahan level ini, ia menyatakan ada beberapa perhatian pada kegiatan masyarakat yang akan dilonggarkan. Khususnya terhadap kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dengan jumlah besar dan berpotensi menimbulkan klaster.
“Walaupun sudah turun level PPKM-nya, kami harus tetap menyiapkan role model atau prosedur yang mampu mencegah terjadinya klaster Covid-19,” terang Fajar, Selasa (19/10).

Salah satu sektor yang menjadi perhatian gugus tugas adalah pada pariwisata. Sebab sektor itu cukup berpotensi menimbulkan kerumunan. Fajar menyampaikan, terkait dengan upaya pencegahan virus Covid-19 di sektor tersebut pihaknya kini telah berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk menyiapkan regulasi yang aman bagi wisatawan.

Lebih dari itu, gugus tugas bersama instansi terkait juga akan melakukan verifikasi di setiap destinasi wisata terhadap penerapan protokol kesehatannya. Apabila ada temuan destinasi yang tidak patuh pada penerapan prokes, maka pengelola akan diberi teguran berupa lisan hingga penutupan destinasi.
“Ini kami lakukan untuk mengawasi pengelola wisata yang konsisten maupun yang tidak konsisten. Bagi pengelola wisata yang konsisten tentu akan kami dorong agar terus menerapkan prokes. Namun bagi yang tidak konsisten tentu akan ada sanksi, berupa teguran hingga penutupan,” ungkap Fajar.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengaku pihaknya terus melakukan upaya agar seluruh destinasi wisata di Kulonprogo bisa aman dari penularan virus. Diantaranya dengan terus mengebut sertifikasi CHSE.
Joko menyatakan, sertifikasi CHSE tersebut nantinya menjadi salah satu syarat bagi pengelola untuk membuka destinasi wisatanya. Hingga saat ini sudah ada dua destinasi yang resmi memiliki sertifikat CHSE, yakni bukit Wisata Pule Payung dan Taman Sungai Mudal. ”Sementara destinasi wisata lainnya kini dalam proses pengajuan,” katanya. (inu/bah)

Kulonprogo