RADAR JOGJA – Sebagai upaya antisipasi terjadinya tindak kenakalan remaja di kalangan pelajar, puluhan siswa dari berbagai sekolah diberi pembinaan oleh personel Polres Kulonprogo. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak kemarin (18/10) hingga besok (20/10) mendatang.

Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, tujuan dari pembinaan tersebut adalah sebagai upaya untuk menghindarkan para pelajar agar tidak melakukan berbagai tindakan negatif. Contohnya seperti terlibat dalam geng pelajar yang nantinya berujung tawuran, atau melakukan tindakan negatif lainnya.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kenakalan remaja mayoritas disebabkan karena penyaluran energi yang salah. Dimana energi yang seharusnya difokuskan untuk belajar, namun oleh segelintir pelajar justru diluapkan pada hal-hal yang negatif dan dampaknya justru meresahkan masyarakat.

“Untuk itu mereka perlu digiring pengelolaan energinya agar menghasilkan sesuatu yang positif,” ujar Muharomah usai melaksanakan apel di Mapolres Kulonprogo, Senin (18/10).

Ia menyatakan, total ada 45 pelajar dari berbagai sekolah jenjang SMP dan SMA/SMK yang diikutsertakan dalam pembinaan tersebut. Selama tiga hari pelatihan, para pelajar akan mengikuti berbagai kegiatan. Baik itu kegiatan fisik, rohani, kerjasama tim, hingga wirausaha.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, lanjut Muharomah, harapannya bisa merubah sikap negatif yang masih melekat pada pelajar. Sehingga ketika sudah selesai pembinaan nantinya, para pelajar bisa lebih bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungannya.

Dalam kegiatan tersebut, diketahui Polres Kulonprogo juga melibatkan berbagai unsur agar pembinaanya berjalan maksimal dan kenakalan remaja tidak kembali dilakukan. Unsur yang terlibat diantarnya Dinas PMD Dalduk & KB Kulonprogo, Dinas Dikpora Kulonprogo, Balai Dikmen serta orang tua dan perwakilan RT. “Setelah mendapatkan pembinaan, para pelajar tersebut juga akan dijadikan duta anti-kekerasan di sekolah,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, Guru BK SMA 1 Pengasih, Salami mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebab, kenakalan remaja sudah sepatutnya diantisipasi. Ia pun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kenakalan yang melibatkan pelajar bisa dicegah.

Selama ini, lanjutnya, pihak sekolah sendiri terus berupaya mencegah tindak kenakalan remaja dengan berbagai kegiatan. Seperti pengenalan tata tertib ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MOS) hingga pembinaan yang melibatkan petugas polisi.

“Kami memberikan pembinaan secara berjenjang, mulai dari siswa membuat pernyataan, teguran keras. Hingga melakukan pembinaan dengan melibatkan pihak Polsek,” terang Salami. (inu/bah)

Kulonprogo