RADAR JOGJA – Desa Wisata Tinalah di Kapanewon Samigaluh masuk sebagai salah satu desa dari 50 desa wisata terbaik dari total 1.831 desa wisata Indonesia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang langsung mencanangkannya.

Dalam kegiatan tersebut Menparekraf memberikan berbagai panduan serta paket peningkatan kualitas desa wisata sesuai standar di Indonesia. Ketua Pengelola Desa Wisata Tinalah, Galuh mengatakan, potensi di desa wisata yang dia kelola merupakan salah satu bentuk pemanfaatan berbagai potensi yang ada di desa. Di antaranya potensi keindahan alam, budaya serta sejarah di desa tersebut. “Semua potensi di desa kami tawarkan,” katanya di sela menerima rombongan Menparekraf, kemarin (11/10)

Ia pun berharap dengan adanya kunjungan Menparekraf di desa tersebut bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Tinalah setelah sektor pariwisata kembali dibuka nantinya. Terkait dengan persiapan pembukaan kembali, pengelola desa wisata kini juga telah melakukan persiapan dengan menggelar berbagai simulasi pariwisata yang aman dari penularan virus.
“Selama ini pengelola Desa Wisata Tinalah telah menyiapkan segala sesuatu terkait pariwisata agar benar-benar siap jika nantinya diizinkan kembali buka,” ungkap Galuh.

Sedang Sandiaga, memastikan peraturan larangan anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk obwis kini diperlonggar. Hanya saja, dengan syarat seluruh anggota keluarga dari anak dibawah 12 tahun telah divaksin. Menurut dia, larangan anak dibawah 12 tahun untuk masuk ke destinasi wisata memang sulit diterapkan. Pasalnya, sebagian besar destinasi wisata di Indonesia merupakan pilihan berwisata bagi keluarga.

Sandiaga menyebut, kebijakan larangan anak-anak masuk destinasi wisata memang sulit diterapkan. Yang dimana dalam aturan dalam aplikasi Peduli Lindungi yang mewajibkan pengunjung wisata harus sudah tervaksin. Padahal anak 12 tahun sendiri belum menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.Ia pun meminta agar pemerintah di tiap derah juga bisa mendukung kebijakan tersebut. Yakni dengan membantu menyiapkan segala sarana prasarana, serta prosedur pariwisata yang aman dari penularan virus Covid-19 di tiap destinasi wisata.”Sehingga diharapkan, dengan berbagai upaya tersebut destinasi wisata di Kulonprogo maupun daerah lain bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar ekonomi bisa kembali bangkit,” ucap Sandi. (inu/pra)

Kulonprogo