RADAR JOGJA – Izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sekolah jenjang SMP di Kulonprogo kembali ditambah. Saat ini sebanyak 50 sekolah atau hampir 80 persen SMP di wilayah tersebut yang bisa melaksanakan PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan, terbitnya izin PTM tersebut lantaran sekolah telah memenuhi kriteria penerapan protokol kesehatan (prokes) dan prosedur pembelajaran yang aman dari penularan virus Covid-19. Sehingga oleh gugus tugas dan instansi terkait direkomendasikan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Dari total 65 SMP negeri dan swasta di Kulonprogo sudah 50 sekolah yang terbit ijin pelaksanaan PTM-nya. Artinya, sudah hampir 80 persen sekolah jenjang menengah pertama di wilayah itu yang memenuhi syarat tatap muka.

“Meski izin telah terbit, kami tetap akan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM, untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran dan penerapan prokes di sekolah. Kegiatan evaluasi akan kami lakukan setiap dua pekan sekali,” terang Arif kemarin (8/10).

Dengan sudah terbitnya izin tersebut, Arif meminta agar setiap sekolah bisa berhati-hati dan berusaha maksimal untuk mencegah potensi penularan Covid-19 di sekolah. Sehingga harapannya kegiatan PTM tidak menjadi klaster penularan virus bagi siswa maupun guru.
Kemudian apabila dalam pelaksanaan PTM bagi jenjang SMP itu berjalan baik, lanjut Arif, maka tidak menutup kemungkinan PTM akan diterapkan kepada jenjang di bawahnya. Seperti SD, TK dan PAUD.

Untuk jenjang SD hingga PAUD sendiri, Arif menyatakan untuk saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi sarana prasarana prokes sekolah dan melakukan berbagai persiapannya . Untuk jenjang SD disebut telah memenuhi syarat dan siap menggelar PTM dalam waktu dekat. “Namun untuk TK dan PAUD kemungkinan masih lama,” ujar Arif.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, sebagai upaya meningkatkan upaya pencegahan virus Covid-19 di sekolah. Pihaknya juga telah mengajukan penerapan QR Code aplikasi Peduli Lindungi untuk sekolah di Kulonprogo.

Namun untuk realisasi program tersebut berpotensi masih lama, sebab penerbitan QR code Peduli Lindungi merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Sehingga nantinya untuk penerapan QR Code bagi sekolah di Kulonprogo akan dilakukan secara bertahap. “Mungkin untuk sekolah akan kami lakukan secara bertahap,” terang Fajar. Mengingat aplikasi tersebut juga cukup penting dalam upaya pencegahan pemaparan virus bagi siswa,” kata Wakil Bupati Kulonprogo itu. (inu/bah)

Kulonprogo