RADAR JOGJA – Pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) di Kulonprogo kini tinggal menghitung hari. Kalangan legislatif pun meminta agar panitia pilur di bisa memaksimalkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) khususnya kerumunan.

Tak sebatas hanya pengawasan di tempat pemungutan suara saja, namun juga antisipasi kerumunan di kediaman para calon lurah.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin mengatakan, pengawasan prokes dalam gelaran pemilihan lurah tersebut menurutnya penting dilakukan. Sehingga harapannya, pesta demokrasi bagi masyarakat di tingkat desa tersebut tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Pria yang akrab disapa Celung itu pun menyarankan kepada para panitia pemilihan lurah agar tidak hanya melakukan pengawasan prokes saat agenda pemungutan suara saja. Tetapi juga harus mengantisipasi kerumunan massa saat kampanye maupun pra dan pasca pemungutan suara.

Salah satu yang menjadi atensi Komisi I, lanjutnya, adalah potensi kerumunan di rumah calon saat sebelum dan setelah pemungutan suara. Sehingga ia meminta agar panitia di tingkat kalurahan memperhatikan hal tersebut.”Kami minta pengawasan prokes-nya dijalankan, termasuk saat penghitungan suara,” ujar Celung usai monitoring persiapan Pilkades di Kalurahan Gulurejo Lendah dan Tirtorahayu Galur, Jumat (8/10).

Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo, Suharto menambahkan bahwa adanya situasi pandemi Covid-19 memang membuat sebagian tahapan pemilihan lurah menjadi terhambat. Beberapa kebijakan pun terpaksa dirubah karena kondisi tersebut, diantaranya perpanjangan jabatan pelaksana harian (Plh) lurah dan penghitungan kembali pembengkakan honorarium panitia pemilihan lurah.

Namun demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak mempengaruhi semangat panitia dan masyarakat untuk memilih pemimpin yang menentukan masa depan bagi desanya. Suharto juga meminta agar pelaksanaan pemilihan lurah bisa dilaksanakan secara transparan dan tanpa politik uang. “Saya juga meminta agar prokes dalam kegiatan pemilihan lurah bisa diawasi supaya tidak terjadi klaster,”imbuh politsi partai Golkar ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Lurah Kalurahan Tirtorahayu Teguh Wiyono menyampaikan, pelaksanaan pemilihan lurah di wilayahnya kini akan masuk dalam tahapan pengundian nomor urut. Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan MoU kampanye damai oleh para calon lurah.

Menanggapi usulan legislatif, Teguh mengaku akan berupaya semaksimal mungkin dalam menggelar pemilihan lurah yang aman dari penularan virus Covid-19. Pemerintah desa diketahui juga telah membentuk satuan tugas untuk mengamankan pesta demokrasi tersebut.
“Dalam pelaksanaan pilkades tahun ini kami akan berupaya semaksimal mungkin, agar aman dari penularan virus dan tidak menjadi klaster,” ucap Teguh. (inu/bah)

Kulonprogo