RADAR JOGJA – Meski kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo terus mengalami penurunan, gugus tugas setempat tetap mempertahankan tempat isolasi terpadu (isoter) di Rusunawa Giripeni sebagai titik penanganan pasien terkonfirmasi positif. Khususnya pasien yang mengalami gejala ringan hingga sedang.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, masih dipertahankannya Rusunawa Giripeni sebagai isoter merupakan instruksi dari gugus tugas pusat untuk mengontrol laju penularan virus Covid-19. Lokasi tersebut masih difungsikan untuk menangani pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Sementara untuk pasien dengan gejala berat wajib ditangani di rumah sakit rujukan.

“Ketentuan dari pusat memang meminta kami mempertahankan isoter sebagai lokasi penanganan pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Supaya mereka dipisahkan sehingga tidak menyebarkan virus kepada keluarga dan lingkungannya,” ujar Fajar, Minggu (3/10).

Wakil Bupati Kulonprogo itu menambahkan, untuk tenaga kesehatan (nakes) di isoter Rusunawa Giripeni juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Apabila tidak terlalu urgen, maka nakes yang berada di lokasi itu juga sebagian kecil saja. Hingga Sabtu (2/10) toal pasien yang dirawat di Rusunawa Giripeni hanya berjumlah 4 orang.

Karena jumlah pasien sedikit, untuk nakes yang lain akan dimaksimalkan pada program percepatan vaksinasi dan pelayanan di fasyankes. Cara tersebut dinilai juga lebih efektif dari segi penanganan dan alokasi anggaran.
“Mengingat kasus terus melandai, nakes yang di isoter hanya sebagian saja. Sementara petugas lainnya bersifat on call,” terang Fajar.

Lebih dari itu, Fajar menyatakan bahwa adanya isoter Rusunawa Giripeni juga dipersiapkan sebagai lokasi penanganan bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan virus. Dimana hal tersebut akan bisa dilihat melalui indikator warna dari aplikasi Peduli Lindungi.

Ia menjelaskan, apabila Peduli Lindungi sudah optimal, maka akan terlihat indikator warna hitam yang menunjukkan orang terinfeksi Covid-19 atau kontak erat. Kemudian warna merah merupakan masyarakat yang belum divaksin.
Lalu warna oranye dan kuning yang merupakan tanda bahwa orang tersebut baru mendapatkan vaksin dosis pertama atau baru sembuh dari Covid-19. Sementara warna hijau menandakan bahwa masyarakat telah mendapatkan vaksin secara lengkap dan tidak memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19. “Kami berharap aplikasi Peduli Lindungi bisa segera optimal,” katanya.

Terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kulonprogo sendiri, juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan bahwa hingga Sabtu (2/10) total kasus terkonfirmasi positif mengalami penambahan sebanyak enam orang. Sehingga total kasus positif menjadi 21.973 kasus, dari jumlah itu 109 kasus masih menjalani isolasi, 21.434 telah sembuh dan 430 kasus meninggal. “Semoga jumlah kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo terus mengalami penurunan,” harap Baning. (inu/bah)

Kulonprogo