RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo memastikan kesiapannya menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) bagi siswa sekolah di wilayahnya. Jenjang SMP di wilayah perkotaan disebut merupakan sekolah yang paling siap menggelar pembelajaran secara langsung tersebut.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, jenjang SMP merupakan yang paling siap untuk menggelar PTMT. Sebab mayoritas siswa di jenjang tersebut telah menjalani vaksinasi. Sehingga dimungkinkan lebih aman dari pemaparan virus ketika bertemu dengan guru dan siswa lain.

Sebagian besar sekolah yang ada di wilayah perkotaan Kulonprogo juga telah siap dengan prosedur pembelajaran yang aman dari penularan virus. Dari hasil pemantauan gugus tugas bersama instansi terkait, mayoritas orang tua siswa juga telah setuju PTMT bisa digelar kembali. “Mayoritas atau 90 persen orang tua siswa sudah setuju PTM bisa digelar kembali. Namun kami akan buka sekolah yang benar-benar siap terlebih dahulu,” ujar Fajar saat ditemui, Jumat (1/10).

Disinggung tentang penerapan QR Code aplikasi Peduli Lindungi untuk sekolah di Kulonprogo, Wakil Bupati Kulonprogo itu mengaku pihaknya juga masih kesulitan mendapat QR code dari pemerintah pusat. Sebab proses pengajuan QR code dari Kementerian Kesehatan juga tergolong lama.”Di Kulonprogo (untuk QR code Peduli Lindungi) yang sudah baru Polres. Mungkin untuk sekolah akan kami lakukan secara bertahap,” terang Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo Arif Prastowo menyatakan untuk saat ini pihaknya tengah menyiapkan langkah antisipasi pencegahan Covid-19 ketika PTM benar-benar dilaksanakan. Instansi tersebut kini sedang melakukan verifikasi ulang penerapan protokol kesehatan (prokes) pada semua satuan pendidikan. “Kami juga bekerjasama dengan satuan tugas (satgas) di tingkat kapanewon dan kalurahan untuk mengawal PTM di sekolah,” imbuh Arif. (inu/pra)

Kulonprogo