RADAR JOGJA- Jembatan Bantar yang berada di Jalan Wates Km.15, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo rencananya akan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Mengingat jembatan yang menghubungkan Kulonprogo-Bantul tersebut memiliki histori terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, Jembatan Bantar merupakan  bukti perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan sejarah penjajahan Belanda ketika menduduki nusantara kala itu. Hal tersebut, menurutnya bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Tak terbatas hanya pada wisatawan domestik namun juga wisatawan mancanegara.

Sutedjo menyatakan, salah satu daya tarik wisata bagi wisatawan mancanegara di Jembatan Bantar adalah adanya sejarah perang dunia kedua di lokasi tersebut. Sehingga dapat menarik minat turis luar negeri untuk mempelajari berbagai sejarah-sejarahnya.

Selain itu, tak jauh dari Jembatan Bantar juga terdapat destinasi wisata Towil Fiest yang menawarkan wisata bersepeda berkeliling desa dengan sepeda onthel. Selama ini pun destinasi Towil Fiest juga cukup sering menjadi jujukan wisatawan dari berbagai negara.

“Dengan adanya dokumen sejarah dan wisata di Towil Fiest tentu hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Seperti wisatawan domestik bisa mempelajari sejarah, dan wisatawan mancanegara bisa bernostalgia,” ujar Sutedjo saat melakukan kunjungan di Jembatan Bantar, Jumat (24/9).

Sementara Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman yang selama ini turut melestarikan sejarah di Jembatan Bantar, Indroyono Soesilo menyampaikan bahwa jembatan tersebut diresmikan pada 17 Juni 1929 yang memiliki panjang 180 meter. Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu infrastruktur yang pembangunannya kala itu menerapkan teknologi cukup modern.

Indroyono menambahkan pada kurun Desember 1948 hingga Juni 1949 di jembatan tersebut pernah terjadi  pertempuran antara Tentara Belanda dengan Gerilyawan TNI untuk memperebutkan posisi strategis jembatan tersebut. Kemudian pada Serangan Omoem 1 Maret 1995, Menko Polkam Jenderal (Purn) Soesilo Soedarman mengukuhkan Jembatan Bantar sebagai monumen perjuangan.

“Kami bekerjasama dengan penggerak wisata Towil Fiest telah merenovasi monumen dan museum mini di dekat Jembatan Bantar. Ini merupakan upaya kami melengkapi destinasi yang menarik di Kulonprogo,” ujar Indroyono. (inu/sky)

Kulonprogo