RADAR JOGJA- Sebagai upaya melihat kesiapan CHSE di desa wisata, Dinas Pariwisata Kulonprogo melakukan penilaian dengan melibatkan akademisi hingga traveler. Total ada 14 desa wisata di Kulonprogo yang dinilai dalam program tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, penilaian dilakukan untuk melihat kesiapan desa wisata terhadap Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan)-nya. Serta, memberikan semangat kepada para pengelola agar bisa nenyiapkan berbagai hal ketika desa wisata bisa kembali dibuka nantinya.

Joko menyampaikan, tercatat hingga saat ini sudah ada delapan desa wisata yang telah telah dinilai dan tinggal menyelesaikan enam desa lainnya.  “Upaya ini kami lakukan untuk memberikan semangat desa wisata di tengah situasi seperti saat ini, sehingga mereka kembali menata paket-paket dan memperkuat CHSE-nya,” ujar Joko saat ditemui, Kamis (23/9).

Dalam penilaian tersebut, lanjut Joko, para tim juri yang terdiri dari berbagai unsur itu bertugas seolah-olah menjadi wisatawan dan akan merasakan berbagai pelayanan yang diberikan kepada pengelola desa wisata. Apabila ada pelayanan yang dirasa kurang, nantinya para juri akan memberikan evaluasi agar pelayanan dari pengelola bisa lebih dioptimalkan.

Lebih dari itu, dengan penilaian tersebut, ia juga ingin agar bentuk pelayanan yang diberikan oleh pengelola wisata bisa benar-benar disajikan secara rill. Sehingga tidak hanya berbentuk sebuah narasi dan angka yang diberikan oleh pengelola. “Pada Oktober nanti kami juga akan melakukan lomba cerdas cermat bagi para pengelola wisata,” kata Joko Mursito.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan bahwa sertifikasi CHSE merupakan satu syarat agar destinasi dan usaha pariwisata bisa dibuka kembali ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyampaikan CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata.

“Selain itu, hal tersebut juga untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan,” ujar Sandiaga beberapa waktu lalu. (inu/sky)

Kulonprogo