RADAR JOGJA – Seiring terus melandainya kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo. Rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah tersebut, yakni RSUD Wates berencana mengurangi tempat tidur (TT) bagi pasien Covid-19. Kemungkinan ada 20 TT yang dikurangi.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan, saat ini rumah sakit yang dikelolanya memiliki kapasitas 72 TT untuk pasien Covid-19. Melihat perkembangan kasus penularan yang semakin
menurun, pihaknya berencana mengurangi sebanyak 20 TT. ”Namun sekali lagi ini masih tahap evaluasi, sehingga kami akan melakukan kajian terkait pengurangan TT tersebut,” ujar Kogam kepada wartawan, kemarin (26/9).

Terkait dengan perkembangan penanganan kasus Covid-19 di RSUD Wates sendiri, ia menyampaikan hingga Sabtu (25/9) hanya ada enam pasien covid yang dirawat dan tidak satupun pasien ditangani di IGD. Penurunan itu terjadi sejak minggu keempat bulan Agustus lalu hingga sekarang. Atau semenjak PPKM diterapkan dan upaya percepatan vaksinasi terus dilakukan.

Meski rencana pengurangan TT pasien Covid-19 muncul, Kogam menyatakan bahwa pihaknya tetap akan mempertahankan sebanyak 52 TT khusus bagi pasien covid. Hal tersebut, merujuk adanya prediksi dari para ahli terkait dengan adanya gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sehingga menurutnya rumah sakit rujukan tetap harus waspada.

”Belajar dari kejadian tingginya penyebaran Covid-19 pada Juli, kami tidak ingin tergesa-gesa mengalihkan tempat tidur pasien Covid-19 untuk pasien Non
Covid-19. Terlebih juga karena adanya prediksi gelombang ketiga,” ungkap Kogam.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan bahwa hingga Sabtu (25/9) Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat ketersediaan TT di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kulonprogo hanya 7,94 persen dari total kapasitas 121 TT.

Kemudian untuk penambahan kasus Covid 19, gugus tugas mencatat ada penambahan sebanyak 16 kasus terkonfirmasi positif. Sehingga jumlah total kasus Covid-19 di Kulonprogo menjadi 21.908 kasus. ”Dari jumlah tersebut 21.302 dinyatakan sembuh dan selesai menjalani isolasi,” ujarnya. (inu/pra/rg)

Kulonprogo