RADAR JOGJA- General Manager SDM & Umum  PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Ahmad Izzi menjelaskan, sampai saat ini progress pembebasan lahan untuk proyek jalan tolo Solo – Jogjakarta – YIA Kulonprogo mencapai 26,2 %. Dana sebesar 1,7 triliun rupiah telah digelontorkan oleh pemerintah untuk pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) kepada masyarakat terdampak yang tersebar di 4 (empat) Kabupaten yaitu Karanganyar, Boyolali, Klaten dan Sleman. “Kami sangat bergantung dari pengadaan lahan yang disediakan pemerintah.

Saat ini pihaknya sudah mulai membangun Jembatan Ngasem sebagai titik awal dari ruas Tol Solo –Jogjakarta – YIA Kulon Progo sekaligus merupakan penghubung tol kita dengan Tol Trans Jawa (Tol Semarang-Solo). Saat ini di Jembatan Ngasem sedang dilakukan pengecoran tiang penyangga (pilar). Diharapkan akhir tahun ini bisa selesai,” jelasnya saat ditemui Sabtu (11/9).

Direktur Utama PT JMM, Adrian Priohutomo menuturkan, bahwa kesuksesan pengadaan lahan dapat terwujud karena adanya dukungan penuh pemerintah. Termasuk kolaborasi antara tim pembebasan lahan JMM dengan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah (Direktorat Jenderal Bina Marga – Kementerian PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lembaga Managemen Aset Negara (LMAN) dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, peran serta warga terdampak dalam menyiapkan dan memenuhi kelengkapan berkas – berkas yang diperlukan untuk proses pelepasan haknya juga sangat berperan penting. “Kami menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat/ warga terdampak yang dengan ikhlas telah bersedia melepaskan hak atas tanahnya untuk pembangunan jalan tol Solo – Jogjakarta – YIA Kulon Progo,” terangnya.

Untuk kenyamanan pengguna jalan tol dan meningkatkan pengembangan kawasan di sekitar jalan tol, PT JMM akan membangun Rest  Area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan yang berlokasi di desa Manjungan dan desa Demak Ijo, Klaten (sta 25+200 B). Untuk mendukung percepatan dan kelancaran rencana tersebut telah dilakukan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait serta Pemerintah Daerah setempat. (obi/asa/sky)

Kulonprogo