RADAR JOGJA – Adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level 3 di wilayah DIJ berdampak baik pendapatan usaha kuliner. Salah satunya kunjungan pembeli beberapa spot kuliner hits di kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo.

Pengelola Kopi Ampirono Syarif Omela mengatakan, setelah pelonggaran PPKM diakuinya memang ada peningkatan jumlah pengunjung. Meskipun tak signifikan, jumlah pengunjung disebut lebih banyak jika dibandingkan saat masih PPKM level 4.

Namun meski mengalami peningkatan, ia memastikan bahwa semua pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebab, pihak pengelola juga telah menyiapkan satuan tugas (satgas) guna memastikan semua pengunjung dalam kondisi sehat ketika masuk restoran.”Sebelumnya meja kursi sangat kosong, namun alhamdulilah untuk saat ini sudah ada pergerakan. Meja kursi yang ada di belakang juga sudah mulai terisi dengan prokes ketat” ujar Syarif saat dikonfirmasi, Rabu (8/9).

Terkait dengan aturan bagi pengunjung Kopi Ampirono sendiri, ia mengatakan bahwa pihaknya membatasi kunjungan 50 persen dari kapasitas restoran. Bagi pengunjung pun juga diwajibkan menggunakan masker dan melakukan cek suhu.

Lebih dari itu, Syarif juga mengaku bersyukur dengan sudah adanya kelonggaran dari pemerintah pusat terkait dengan penerapan PPKM saat ini. Sebab sebelumnya, restoran yang ia kelola sempat tak mendapat pemasukan sama sekali karena terpaksa harus tutup.”Sebelumnya bisa dibilang usaha kuliner itu mati suri. Dikarenakan tidak ada sama sekali konsumen , sehingga saat awal pandemi itu kami memutuskan untuk tutup selama satu bulan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh usaha kuliner Kopi Ingkar Janji, Ismail Fahmi yang merupakan pengelola restoran tersebut mengaku kunjungan berangsur mulai mengalami peningkatan. Dibandingkan saat awal pandemi dan penerapan PPKM Level 4, kunjungan di restoran yang memiliki pemandangan perbukitan Menoreh itu saat ini meningkat hingga 80 persen.

Sama nasibnya dengan Kopi Ampirono, Ismail menyatakan bahwa restoran yang ia kelola juga sempat terpaksa melakukan penutupan selama dua minggu karena adanya kebijakan PPKM Mikro. Terhitung dari tanggal 6 Juli hingga 27 Juli 2021.”Alhamdulillah sekarang tamu sudah agak banyak, tapi mayoritas masih DIJ dan sekitarnya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Disebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum meliputi warung makan, warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan hingga pukul 21.00. Untuk aturan pengunjung juga maksimal 50% dari kapasitas dengan waktu makan maksimal 60 menit. (inu/pra)

Kulonprogo