RADAR JOGJA- Para petani cabai di Kulonprogo kini dirundung kerugian lantaran harga jual cabai yang murah akibat situasi pandemi Covid-19. Anjloknya harga cabai menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kulonprogo.

Pemkab Kulonprogo diminta agar petani dimudahkan dalam hal pemasaran produk dan peluang investor untuk membantu produksi.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi mengungkapkan, saat ini harga jual cabai di kalangan petani hanya berkisar Rp.2.500 hingga Rp.3.000 saja per kilogramnya. Harga tersebut tergolong sangat rendah dan tidak sebanding dengan ongkos produksi yang membutuhkan biaya mahal.

Melihat kondisi tersebut, Hamam mendorong agar eksekutif yang dalam hal ini Pemkab Kulonprogo supaya mencarikan solusi bagi para petani. Diantaranya dengan mencarikan modal dari investor, mempermudah pemasaran serta mengendalikan impor cabai.

“Kami mendorong pemerintah agar bisa berupaya maksimal dalam mengendalikan harga cabai,” terang Hamam Cahyadi, Minggu (5/9).

Diakui Hamam, selama ini pemerintah memang sudah berupaya untuk mengendalikan harga cabai membuat berbagai produk olahan. Hanya saja skalanya masih kecil dan belum menjangkau sebagian besar petani cabai.

Untuk itu, ia berharap pemerintah juga harus terlibat dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Yakni dengan mendorong terus bertambahnya kehadiran industri untuk menyerap produksi cabai Kulonprogo. Pemkab Kulonprogo menurutnya harus bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menciptakan peluang investasi.

Sebab apabila hanya dikelola dalam usaha skalanya kecil atau UMKM, Hamam khawatir usaha kurang dapat berkembang. Setelah belajar dari pengalaman yang sudah-sudah pun, para pengusaha UMKM biasanya juga kesulitan dalam hal penjualan.

“Untuk maslah itu mungkin pemerintah harus membantu melalui pemasaran digital. Jika perlu ada UMKM center,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi.

Kondisi anjloknya harga cabai dibenarkan oleh petani cabai di Desa Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulonprogo. Muhammad Taufik mengatakan bahwa harga cabai sudah menurun sejak bulan puasa lalu. Berawal dari kisaran Rp. 7.000 per kilogram, lalu terus menurun hingga di harga Rp. 5.000 dan sekarang hanya Rp. 3.000 per kilogram.

Ia menyebut anjloknya harga cabai diduga karena penerapan PPKM di wilayah Jawa dan Bali. Dimana kondisi itu berdampak pada hasil panen yang tidak bisa diserap pasar.

“Dengan harga tersebut kami sangat rugi karena biaya produksinya mahal,”ungkapnya. (inu/sky)

Kulonprogo