RADAR JOGJA – Kasus penipuan yang melibatkan abdi negara terjadi di Kulonprogo. Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diduga melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus jual beli tanah.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry mengungkapkan, kasus tersebut menimpa korban bernama Dwi Priyanto,34 warga Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulonprogo. Dugaan kasus penipuan tersebut dilaporkan ke Polsek Sentolo pada Senin (30/8). Kasus tersebut bermula dari transaksi jual beli tanah pada 6 Agustus 2020 lalu antara korban dengan tersangka Ngatimin,50 warga Sentolo yang berprofesi sebagai PNS di Satpol PP Kulonprogo.

Jeffry menerangkan, bahwa diketahui setahun yang lalu korban membeli tanah seluas 90 meter persegi kepada tersangka dengan harga Rp 36,5 juta. Namun meski uang telah diberikan, selama setahun berselang tersangka tak kunjung memberikan sertifikat tanah dengan alasan belum jadi.

Karena merasa curiga, korban pun melakukan pengecekan kepada warga sekitar dan menemukan fakta bahwa tanah yang dijual kepadanya bukan milik tersangka. Sebab, diketahui tersangka juga belum melunasi pembelian tanah dari pemilik sebelumnya. “Atas kejadian tersebut kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sentolo,” ujar Jeffry dalam keterangannya, Selasa (31/8).

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, petugas Polsek Sentolo memastikan bahwa tersangka sengaja melakukan penipuan dengan modus menjual tanah yang bukan miliknya. Hal tersebut dibuktikan dengan kuitansi pembelian tanah dari korban yang ditandatangani oleh pelaku.

Namun, meski bukti cukup kuat, Jeffry menyatakan bahwa polisi tetap akan melaksanakan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus yang melibatkan seorang pegawai pemerintahan tersebut. Pihaknya kini telah memeriksa terhadap tersangka serta meminta keterangan dari para saksi.”Untuk saat ini kami tengah melakukan penyelidikan mendalam,” katanya. (inu/bah)

Kulonprogo