RADAR JOGJA- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bekerjasama dengan Laboratorium Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (29/8) membuat program pelatihan pengelolaan website dan media sosial kepada karang taruna di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo.

Dengan pelatihan tersebut harapannya para pemuda desa bisa meningkatkan potensi kemampuan pengelolaan website dan media sosial di era digital seperti saat ini.

Ketua Pelaksana Pelatihan Pengeolaan Website dan Media Sosial KKN UMY, Farisa Meilinda mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu upaya dari para mahasiswa untuk meningkatkan potensi yang ada di kalurahan Hargomulyo. Dimana wilayah tersebut memiliki potensi makanan khas berupa growol.

“Jadi dalam program KKN kami, salah satunya adalah melatih karang taruna untuk mengembangkan potensi yang ada. Dalam pelatihan ini kami ajak mereka mengelola website dan medsos supaya bisa mengangkat potensi yang ada,” kata Farisa, saat ditemui Minggu (29/8).

Farisa menambahkan pelatihan tersebut juga turut mengajak para pakar dari Ilmu Pemerintahan UMY yang sudah berpengalaman dalam bidang media sosial dan pelatihan website.

“Para peserta juga diajak bagaimana cara mengelola website serta pembuatan konten video yang nantinya dapat digunakan karang taruna untuk mengangkat potensi di wilayahnya,”ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Sakir Ridho Wijaya mengatakan, salah satu tujuan digelarnya pelatihan tersebut adalah sebagai upaya membantu masyarakat dalam meningkatkan potensi yang ada.

Dengan  adanya kemampuan pengolalaan website dan media sosial yang baik, menurutnya hal tersebut dalam meningkatkan berbagai potensi di kalurahan Hargomulyo.

Lebih dari itu, Sakir mengungkapkan bahwa pihaknya juga membantu para pemilik usaha growol di wilayah tersebut membuat kemasan produk yang menarik. Sehingga harapannya produk khas Hargomulyo tersebut dapat semakin dilirik dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

“Kami berharap mereka bisa memanfaatkan website dan medsos dan bisa berjualan online. Sehingga nantinya omzet penjualan growol bisa meningkat dan membantu ekonomi ditengah situasi pandemi seperti saat ini,” kata Sakir Ridho Wijaya.

Ketua Karang Taruna Kalurahan Hargomulyo, Muhammad Latif mengaku senang dengan adanya pelatihan tersebut. Hal itu, menurutnya akan sangat membantu para pemuda desanya dalam hal pengelolaan website dan sosial media. Khususnya website dan sosial media milik desa.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, karena membuat para pemuda di desa kami kembali semangat mengelola website yang saat ini kurang terurus,” ungkap Latif. (inu/sky)

Kulonprogo