RADAR JOGJA – Sebanyak tiga belas narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wates mendapat remisi di HUT RI ke-76. Remisi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kulonprogo bertepatan dengan hari kemerdekaan di 17 Agustus 2021 kemarin.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengungkapkan, pemberian remisi di setiap hari kemerdekaan memang sudah menjadi tradisi tahunan. Yang dimana, pada 2021 ini ada sebanyak 13 warga binaan yang mendapat remisi berupa pengurangan masa tahanan.

Untuk pemberian remisi tersebut, juga ditentukan dari masa pidana setiap warga binaan. Serta sikap dan kelakuan warga binaan selama menjalani masa tahanan. Sehingga jumlah remisi diberikan kepada tiap warga binaan pun berbeda-beda.

“Saya sangat berharap para warga binaan dapat mensyukuri pemberian remisi ini, kemudian untuk yang belum atau tidak menerima remisi kami berharap untuk bisa menjadi motivasi agar berkelakuan baik sehingga pada saatnya nanti juga mendapatkan remisi,” ujar Sutedjo, Selasa (17/8).

Pemberian remisi oleh Rutan IIB Wates itu berdasar pada surat Sekretaris Jendral Kementrian Hukum Hak dan Aasasi Manusia Republik Indonesia Nomor : SE-UM.04.01-132 tanggal 4 Agustus 2021 hal petunjuk dan arahan mengikuti kegiatan peringatan HUT Ke-76 RI dan surat Direktorat Jenderal Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : PAS-UM.06.01-53 tanggal 6 Agustus 2021 mengenai pelaksanaan penyerahan remisi umum.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Wates Deny Fajaryanto menjelaskan, pihaknya mengsulkan remisi kepada warga binaan sebanyak 18 orang, kemarin. Akan tetapi yang berhak mendapat hanya 13 orang, sebab untuk lima orang lainnya sudah mendapat asimilasi dirumah.

Ia menambahkan bahwa perbedaan remisi tahun ini dan tahun lalu cukup fluktuatif dan berbeda-beda sesuai dengan masa tahanan yang dijalani warga binaan. Besaran remisi yang diberikan kepada warga binaan pun berbeda-beda dengan jumlah maksimal 4 bulan dan 1 bulan potongan masa tahanan.

“Asimilasi yang dimaksud adalah warga binaan yang sudah menjalani setengah dari masa pidana dapat dirumahkan terlebih dahulu. Asimilasi di rumah ini adalah program yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19,” terang Deny. (inu/bah)

Kulonprogo