RADAR JOGJA– Kapasitas kamar untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kulonprogo terus mengalami perkembangan baik. Pasalnya, setelah dilakukan penambahan kamar di rumah sakit swasta, jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar pasien Covid-19 di wilayah tersebut terus menurun.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengungkapkan, hingga Minggu (8/8) persentase BOR untuk bangsal isoalasi di wilayahnya mencapai jumlah 61,98 persen. Sementara untuk bangsal Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebanyak 71 persen. “Dengan jumlah tersebut, bisa dikatakan ketersediaan kamar di rumah sakit penanganan pasien Covid-19 terbilang masih mencukupi,” tuturnya.

Adapun jumlah ketersediaannya, lanjut Sekertaris Dinas Kesehatan itu, pada rumah sakit milik pemerintah RSUD Wates masih tersisa sebanyak 13 kamar untuk pasien Covid-19 non critical. Kemudian di RSUD Nyi Ageng Serang tersisa enam kamar untuk pasien non critical dan tiga kamar untuk pasien critical atau membutuhkan penanganan ICU.
Kemudian untuk kapasitas kamar pada rumah sakit swasta di Kulonprogo, Baning mengungkapkan kapasitasnya masih cukup banyak, yakni 27 kamar non critical atau yang diperuntukan pasien dengan gejala sedang.

Sementara untuk kamar IGD untuk pasien dengan gejala berat kapasitasnya masih tersisa sebanyak 10 kamar. “Untuk total kapasitas tempat tidur (bagi pasien Covid-19) di Kulonprogo sebanyak 121 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, tingkat keterisan untuk bangsal isolasi RS masih 61,98 persen Kemudian bangsal isolasi dan IGD ada 71 persen,” ujar Baning.

Sebelumnya, dari hasil evaluasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan bahwa optimalisasi rumah sakit pemerintah untuk rujukan pasien Covid-19 dan penanganan warga isolasi mandiri (isoman) memang menjadi hal yang menjadi fokus.Ia mengatakan, pada optimalisasi rumah sakit pihaknya berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan. Untuk hal tersebut, akan dilakukan upaya konversi tempat tidur layanan umum menjadi kamar isolasi bagi pasien Covid-19. “Untuk peningkatan tempat tidur di RSUD tahapan kami baru 23 persen, sementara untuk konversi layanan umum dibuat ruang isolasi telah mencapai 45 persen,” ujar Fajar beberapa waktu lalu. (inu/pra)

Kulonprogo