RADAR JOGJA – Adanya penutupan jalan di beberapa titik di Kota Wates selama Pembrlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebut cukup ampuh dalam menekan mobiltas warga. Hal itu dibuktikan dengan berubahnya zonasi penularan di Kulonprogo dari hitam menjadi kuning.

Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Sukirno mengatakan, ada empat titik yang fokus penutupan selama PPKM Darurat dan Level 4 yakni Jalan Brigjen Katamso, Jalan Sutijab, Jalan Sugiman dan Jalan Bhayangkara. Keempat ruas jalan yang berada di kapanewon Wates tersebut ditutup dengan menggunakan water barrier dan dilakukan secara tentatif dengan hari tertentu, yakni Sabtu dan Minggu.

Lanjut Sukirno,dengan adanya penutupan jalan serta dibantu pemadaman lampu penerangan jalan, kedua upaya tersebut menurutnya sudah cukup baik dalam hal penurunan mobilitas masyarakat. Hal itu terlihat dari pantauan citra satelit yang berubah menjadi zona kuning. Sebelumnya kabupaten Kulonprogo masuk dalam zona hitam penularan Covid-19 dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

“Setelah kami lakukan pemadaman dan penutupan jalan, (zonasi) berangsur angsur menuju merah dan kuning. Harapan mobilitas masyarakat terus berkurang,” terang Sukirno saat dikonfirmasi, Jumat (30/7).

Selain dengan upaya penutupan jalanan kota dan pemadam lampu penerangan, Dishub bekerjasama dengan Jajaran Polres Kulonprogo juga melakukan penyekatan di perbatasan Jawa Tengah-DIJ. Puluhan kendaraan pun diputar balik karena tidak dapat menunjukan bukti negatif Covid-19 yang merupakan syarat perjalanan selama PPKM.

Kabag Ops Polres Kulonprogo Kompol Sodikin Fahrojin Nur mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat lalu total ada 1.697 kendaraan yang diputar balik. Sementara untuk kendaraan yang diperiksa ada sebanyak 6.554 kendaraan. “Mereka yang diminta putar balik karena tidak memenuhi persyaratan. Sebab tidak bisa menunjukkan surat vaksin maupun hasil keterangan negatif swab antigen maupun RT-PCR,” ujar Sodikin kepada wartawan beberapa waktu lalu. (inu/pra)

Kulonprogo