RADAR JOGJA – Penutupan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) kembali terjadi di Kulonprogo. Kali ini menimpa Puskemas Samigaluh II karena ada karyawan yang terkonfirmasi positif.

Kepala Puskesmas Samigaluh II Tari Astuti mengatakan bahwa penutupan fasyankes tersebut dilakukan selama lima hari, yakni dari kemarin (23/7) hingga Selasa (27/7) mendatang. Penutupan layanan meliputi rawat inap, persalinan dan UGD persalinan.

Sementara untuk layanan lain, seperti poli umum, vaksinasi dan poli lainnya tetap buka seperti biasa. Kemudian untuk UGD non persalinan hanya dibuka sampai dengan pukul 20.00.

Adapun alasan penutupan tersebut, lanjut Tari, karena beberapa sumber daya kesehatan di fasyankes tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara beberapa lainnya harus menjalani isolasi mandiri karena merupakan kontak erat dari pegawai yang positif.

“Ada delapan karyawan kami yang positif, dan tiga kontak erat masih menunggu hasil swab PCR. Kami lakukan penutupan, karena tidak mungkin membuka layanan dengan sumber daya yang minim,” ujar Tari saat dikonfirmasi, kemarin (23/7).
Sementara untuk total pegawai di puskesmas tersebut Tari mengatakan tercatat ada sebanyak 39 orang. Sebanyak 25 orang merupakan PNS dan 14 pegawai sisanya adalah tenaga honorer.

Kemudian dari delapan pegawai yang terkonfirmasi positif, lanjutnya, tiga diantaranya merupakan tenaga bidan. Hal itulah yang menjadi dasar kenapa pihaknya tidak bisa membuka layanan bidan secara penuh.

“Kalau tiga bidan kami terkonfirmasi positif maka layanan persalinan tidak bisa kami buka 24 jam. Namun untuk UGD persalinan kami tetap upayakan buka sampai jam 8 malam,” terang Tari.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sehingga harapannya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut tidak terus mengalami penambahan.

Tercatat hingga Jumat (23/7) gugus tugas mencatat total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kulonprogo telah mencapai 14.380 kasus. Dari jumlah itu, 265 kasus diantaranya isolasi di rumah sakit, 3.990 kasus menjalani isolasi mandiri, 9.334 kasus telah selesai isolasi dan 254 kasus meninggal. “Sementara untuk jumlah kasus sembuh ada 547 kasus,” ungkapnya. (inu/bah)

Kulonprogo