RADAR JOGJA – Jelang berakhirnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Dinas Pariwisata Kulonprogo mulai mengecek kesiapan para pelaku wisata. Sebagian besar pengelola wisata telah menyelesaikan vaksinasi dan siap membuka kembali destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito menyampaikan, sebagian besar pengelola wisata di Kulonprogo telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19. Hal tersebut menunjukkan pengelola sudah siap untuk memberikan pariwisata yang aman bagi pengunjung.

Dari hasil pengecekan itu, secara keseluruhan untuk persentase vaksinasi bagi pengelola wisata di Kulonprogo sudah mencapai 95 persen. Kemudian untuk yang belum melakukan vaksinasi, mayoritas karena tidak memenuhi syarat ketika tahap penyuntikan.

“Itu melambangkan bahwa mereka sudah rindu agar destinasi wisata bisa dibuka kembali. Serta memberikan pariwisata yang aman bagi pengunjung,” ujar Joko disela pengecekan kemarin (23/7).

Selain melakukan pengecekan terhadap kesiapan para pelaku wisata, ia juga memantau kesiapan sarana dan prasarana di tiap destinasi. Dari beberapa destinasi wisata yang dicek mayoritas telah menyiapkan sarana-prasarana pencegahan virus Covid-19 secara baik. Mulai dari penyediaan sarana cuci tangan hingga prosedur yang aman bagi pengunjung.

Kemudian selama penutupan destinasi, lanjut Joko, mayoritas pengelola wisata juga memanfaatkan waktunya dengan baik. Banyak dari mereka melakukan kerja bakti dan pembersihan destinasi secara menyeluruh.

Sementara terkait dengan prosedur wisata setelah penutupan, Joko mengaku pihaknya sudah menyiapkan alur yang aman. Pada 25 Juli 2021 mendatang, pembukaan destinasi wisata akan dilakukan secara bertahap serta dengan beberapa pembatasan.

“Mungkin akan kami buka sedikit-sedikit, kemungkinan pengunjung akan kami berlakukan 25 persen dulu,” ujar Joko.
Sebagai informasi, pada pengecekan yang dilakukan kemarin, Dinas Pariwisata Kulonprogo menyambangi tujuh destinasi wisata. Diantaranya kawasan kuliner Nanggulan, Goa Kiskendo, Taman Sungai Mudal, Air Terjun Kedung Pedut dan beberapa destinasi di sekitarnya. Selain itu juga diberikan bantuan berupa sabun cuci tangan dan masker bagi pengelola wisata.

Sementara itu, Sekertaris Pengelola Wisata Kedung Pedut Tri Wahyudi mengaku, selama penutupan pihaknya melakukan pemaksimalan terhadap sarana dan prasarana protokol kesehatan. Sehingga ketika dibuka nantinya, wisata yang dikelola masyarakat sekitar itu benar-benar aman bagi pengunjung.

Kemudian untuk sosialisasi pembukaan kembali destinasi wisata yang dikelolanya, Tri menyampaikan pihaknya akan melakukan pemberitahuan di akun sosial media resmi milik pengelola wisata. Pengunjung yang ingin datang pun akan diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Untuk kami di destinasi wisata juga akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Seperti pengecekan suhu dan alur bagi wisatawan, untuk pengunjung pun rencananya akan kami batasi waktu kunjunganya agar aman dari penularan virus,” ungkap Tri. (inu/bah)

Kulonprogo