RADAR JOGJA – Seorang pensiunan polisi asal Malang, Jawa Timur ditangkap Jajaran Polres Kulonprogo lantaran menjadi penyalur atau broker mobil curian. Pelaku berinisial HS tersebut ditangkap usai menjualkan mobil pengangkut barang yang dicuri dari wilayah Kulonprogo.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Kulonprogo Iptu Nunung Tuhono mengungkapkan, kejahatan yang dilakukan oleh pensiunan aparat negara tersebut berhasil diungkap setelah sebelumnya polisi mendapat laporan pada Juni 2021 lalu. Dimana, pada saat itu korban bernama Supratno warga Samigaluh mengaku telah kehilangan mobil Mitsubishi L300 ketika diparkir di garasi rumahnya.

Berdasar laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan beberapa nama, diantaranya AM,43 warga Blitar Jawa Timur dan YM,31 warga Malang, Jawa Timur. Diketahui keduanya bertugas di lapangan untuk mencari mobil yang bisa dicuri. “Setelah dilakukan penyelidikan kemudian mengerucut ke satu nama lagi, yakni HS,” ujar Tuhono, Senin (19/7).

Usai dilakukan pemeriksaan, lanjut Tuhono, polisi kemudian menangkap HS yang bertugas mencarikan pembeli untuk mobil hasil curian. Pelaku diketahui mengambil keuntungan sebesar Rp 1 juta untuk tiap satu unit mobil curian yang berhasil dijual.

Untuk pelaku yang ditahan di Polres Kulonprogo diketahui hanya HS. Sementara untuk AM ditahan oleh Polres Trenggalek dan YM diproses di Polres Purworejo. Pelaku HS terancam hukuman penjara karena telah melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Lalu untuk barang bukti, kami menyita satu unit mobil curian dan satu unit telepon genggam milik HS yang ia gunakan untuk berkomunikasi dengan pembeli,” terang Tuhono.

Sementara dari keterangan HS, ia mengaku hanya bertugas mempertemukan pelaku dan pembeli agar bisa bertransaksi. Kemudian nantinya diberi komisi sebesar Rp. 1 juta setelah transaksi selesai.

HS mengaku bertemu kedua pelaku saat masih bertugas sebagai polisi di Blitar. Ia berkelit tidak mengetahui bahwa kedua pelaku merupakan sindikat pencuri kendaraan yang sudah sering beroperasi di Pulau Jawa.

“Setiap pembelian saya dapat komisi satu juta. Uangnya saya gunakan untuk membeli pulsa dan kebutuhan lainnya. Saya ketemu kedua pelaku ketika bertugas di Blitar,” ungkap HS. (inu/bah)

Kulonprogo