RADAR JOGJA – Lebih dari 1.500 kendaraan telah dihalau masuk ke Kulonprogo selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Ribuan kendaraan tersebut terpaksa diputar balik karena tidak memenuhi persyaratan dokumen yang berlaku selama pembatasan.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP Antonius Purwanta mengatakan, total ada sebanyak 1.595 kendaraan yang telah diputar balik dari tanggal 3 sampai dengan Senin (19/7). Kendaraan-kendaraan itu ditolak masuk ke Kulonprogo karena tidak memenuhi syarat perjalanan sesuai kebijakan tersebut.
“Untuk kendaraan yang kami periksa ada sebanyak 6.160,” terang Purwanta saat dikonfirmasi, Senin (19/7).

Dikatakan, bahwa penyekatan tersebut merupakan salah satu implementasi dari PPKM darurat di wilayah Jogjakarta. Sebanyak 50 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kulonprogo diterjunkan untuk melakukan pengawasan.

Adapun sasaran dari penyekatan tersebut adalah kendaraan dari luar daerah baik roda dua atau empat yang hendak masuk ke wilayah DIJ. Para pengemudi akan diminta menunjukkan beberapa persyaratan, seperti bukti negatif dari tes rapid antigen atau swab PCR serta kartu vaksinasi.

Perwira polisi ini menerangkan, penyekatan itu petugas perbatasan akan berfokus terhadap kendaraan penumpang yang memiliki pelat luar daerah. Namun demikian, apabila pemilik kendaraan merupakan orang DIJ maka tetap diperbolehkan melintas asal dapat menunjukkan bukti berupa kartu kependudukan.

“Jika pemilik kendaraan tidak membawa syarat, maka akan diminta putar balik kembali ke daerahnya masing-masing,” ujar Purwanta.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan upaya pencegahan virus Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus konfirmasi di Kulonprogo tidak terus bertambah selama PPKM darurat.

Menurutnya masyarakat harus patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. “Harapannya, dengan masyarakat yang patuh terhadap upaya pencegahan virus. Kasus covid-19 di Kulonprogo bisa ditekan,” ujarnya. (inu/bah)

Kulonprogo