RADAR JOGJA – Menanam cabai di ladang tandus bukan perkara mudah. Tapi petani di pesisir selatan Kulonprogo berhasil mewujudkannya. Produknya pun sudah masuk ke YIA.

Inovasi Cabai Pantai Kulonprogo (Cabai PaKu) di lahan tandus di pesisir selatan Kulonprogo terbukti berhasil. Bahkan saat didaftarkan, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Kemenpan RB). Program besutan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo tersebut masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugroho menyampaikan, Cabai PaKu merupakan salah satu inovasi dari pihaknya dalam pengelolaan lahan cabai di ladang tandus yang berada di pesisir pantai. Dengan berbagai model pengelolaan tanah dan agribisnis, pihaknya berhasil merubah lahan pasir tandus menjadi kawasan sentra produksi.

Bahkan produksi cabai di lahan pesisir Kulonprogo tersebut masuk dalam 12 pemasok cabai nasional. Serta dari aspek pengolahan hasil panen juga dibuat berbagai produk seperti abon cabai, olahan sambal dan berbagai makanan pedas lainnya.

Lebih dari itu, hasil produksi dari Cabai PaKu juga telah masuk sebagai produk yang dipromosikan di Yogyakarta Internasional Airport (YIA), toko jejaring dan aplikasi TaniKu. Sehingga cukup memberdayakan masyarakat.

“Cabai PaKu merupakan inovasi pengelolaan agribisnis secara utuh dari hulu sampai hilir. Dari merubah lahan pasir pantai yang gersang dan tandus menjadi kawasan sentra produksi cabai nasional,” terang Aris, Sabtu (10/7).

Dijelaskannya, masuknya cabai PaKu sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB itu tertuang dalam keputusan Kemenpan RB Nomor B/112/PP.00.05/2021 tanggal 16 Juni 2021. Total ada 1.609 proposal yang dinilai baik dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD dalam ajang tersebut.

Dengan adanya penghargaan itu, Aris berharap hal tersebut bisa menambah semangat masyarakat serta stakeholder untuk semakin berkembang. Khususnya pada bidang pertanian dan sektor agribisnis.

“Kami bersyukur karena inovasi cabai PaKu masuk Top 99 dan mohon doa restunya agar bisa ke tahap selanjutnya merebut Top 45,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo menyampaikan bahwa inovasi Cabai PaKu merupakan salah satu program untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah bagi petani. Sehingga petani maupun masyarakat pun bisa diuntungkan.

Melalui inovasi cabai tersebut dan dibantu dengan teknologi yang selalu berkembang. Ia berharap bisa meningkatkan posisi tawar melalui pasar lelang, serta peningkatan nilai tambah melalui pengolahan hasil cabai. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

“Inovasi ini mempunyai potensi untuk diterapkan di daerah lain sepanjang karakteristik daerahnya sama terkait replikasi budidaya cabai di lahan pantai berkembang maupun pasar lelangnya,” ujar Sutedjo. (inu/pra)

Kulonprogo