RADAR JOGJA – Rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kulonprogo, RSUD Wates kesulitan menyediakan ruang atau bangsal pasien. Pasalnya, pemenang lelang mengundurkan diri.

Direktur RSUD Wates Lies Indriyanti mengatakan, penambahan kamar atau bangsal isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 34 tempat tidur terpaksa harus ditunda. Pasalnya, pemenang lelang atau pihak ketiga penyedia kamar isolasi telah mengundurkan diri.

Lies menerangkan, penyediaan ke 34 kamar tidur untuk pasien Covid-19 tersebut seharusnya bisa terealisasi dalam waktu dekat. Sebab, pada Senin (5/7) lalu pihaknya sudah menemukan pemenang lelang. Namun karena alasan masih mengerjakan ruang isolasi di rumah sakit lain, pihak ketiga tersebut mengundurkan diri. “Sehingga saat ini kami masih berupaya mencari lain supaya penambahan tempat tidur bagi pasien Covid-19 segera terealiasi,” ungkap Lies pada wartawan, kemarin (7/7).

Ia menyampaikan bahwa target awal penyediaan kamar isolasi pasien Covid-19 di RSUD Wates sebenarnya berjumlah 50 buah tempat tidur. Sebanyak 34 diantaranya sudah diajukan lelang dan 16 sisanya tengah menunggu izin penggunaan anggaran dari Badan Layanan Unit Daerah (BLUD).

Lies mengungkapkan, penyediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 tersebut rencananya akan menggunakan beberapa bangsal. Untuk penggunaan anggaran lelang akan dialokasikan ke bangsal Flamboyan dan Kenanga. Sementara untuk pengadaan dengan anggaran BLUD akan dialokasikan untuk pengadaan tempat tidur di bangsal Edelweis, Cempaka, Bougenville, dan Asoka.
“Semoga pertengahan Juli ini bisa segera terwujud, sehingga harapannya tidak ada lagi antrian pasien Covid-19 di ruang IGD,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati berharap agar jajaran direksi RSUD Wates bisa melakukan komunikasi dengan Kejaksaan Negeri (Kajari) Kulonprogo guna percepatan pengadaan. Sehingga harapananya, dalam setiap tahapan pengadaan kamar isolasi bagi pasien Covid-19 tersebut tidak melanggar aturan.

Menurut politikus PDIP ini, percepatan pengadaan kamar isolasi tersebut perlu dilakukan. Terlebih dengan banyaknya pasien terkonfirmasi Covid-19 yang saat ini terpaksa isolasi mandiri karena tidak mendapat kamar di rumah sakit.
“Sehingga penyediaan ruang isolasi tentu sangat mendesak dan harus disegerakan. Minggu lalu, Kajari Kulonprogo siap membuka konsultasi pengunaan anggaran. Kami minta Direktur RSUD Wates memanfaatkannya,” terang Akhid. (inu/bah)

Kulonprogo