RADAR JOGJA – Meski di tengah wabah pandemi Covid-19, pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) dipastikan tetap berjalan. Gugus tugas di wilayah Kulonprogo menyarankan agar kampanye calon lurah dilakukan secara daring. Hal itu, agar klaster penularan tidak terjadi dalam tahapan pemilihan kepala pemerintahan ditingkat desa tersebut.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan, sebagai upaya mencegah terjadinya klaster penularan dalam tahapan kampanye calon lurah. Ia memimta agar pelaksanaan kampanye terbuka bisa dilakukan secara daring.

Para calon kepala desa, lanjutnya, diharapkan bisa memanfaatkan teknologi masa kini seperti internet serta aplikasi meeting online untuk menyampaikan visi dan misinya kepada masyarakat. Sehingga harapannya kegiatan yang mengumpulkan massa dalam satu bisa diminimalisir.

Namun demikian, apabila para calon lurah tetap melaksanakan kampanye terbuka secara langsung. Wakil Bupati Kulonprogo ini berharap agar panitia kampanye bisa mengaturnya secara aman dan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19.

“Kami dari gugus tugas berharap agar dalam tahapan kampanye terbuka pilur di Kulonprogo bisa mengurangi agenda yang mengumpulkan massa. Mungkin gantinya bisa menggunakan kampanye daring atau dilakukan secara taat prokes,” ujar Fajar saat ditemui, Rabu (30/6).

Sebelumnya, Kepala Seksi Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PMD Dalduk dan KB) Kulonprogo Risdianto menyampaikan bahwa pemilih yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap akan difasilitasi hak suaranya. Pihaknya bakal melakukan upaya jemput bola tersebut dilakukan saat pelaksanaan di bulan September nanti.

Risdianto menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tetap bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih lurah atau kepala desa di wilayahnya sendiri. Tanpa membedakan keadaan maupun kondisi masyarakat yang memiliki hak sebagai pemilih.

Upaya yang dilakukan oleh penyelenggara pilur nantinya juga akan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Serta melibatkan gugus tugas Covid-19 secara langsung di wilayah masing-masing. “Hak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya memang sudah seharusnya difasilitasi. Termasuk ketika sedang menjalani isolasi mandiri saat pelaksanaan pemungutan suara pemilihan lurah,” ujar Risdianto. (inu/bah)

Kulonprogo