RADAR JOGJA – Siapa sangka kerajinan bambu yang terkesan tradisional justru diminati pasar internasional. Salah seorang perajin bambu asal Kulonprogo Mujimin, 45, sukses menjual hingga pasar Eropa dan Asia. Produk yang diminati berupa nampan dan kap lampu bambu.
Mujimin mengaku sudah sejak 2003 ia fokus mengembangkan usaha kerajinan bambunya. Berbagai produk dari bahan baku tumbuhan yang pertumbuhannya sangat cepat itu ia buat. Seperti anyaman, kap lampu, hingga berbagai jenis alat makan.

Tak hanya berjibaku di pasar lokal, ia juga menjual hasil produksinya ke Singapura, Malaysia, Jepang, Belanda, Denmark, Jerman, hingga Amerika. Menurut Mujimin, ia pernah menerima pesanan 4.000 dari konsumen asal Belanda.

Sementara saat ini ia tengah mengerjakan pesanan 3.500 kap lampu untuk kebutuhan ornamen salah satu hotel di Jepang. “Konsumen luar negeri itu suka dengan kreativitas orang Indonesia dalam membuat kerajinan bambu, karena dinilai lebih alami dan cocok untuk ornamen penghias ruangan,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja di rumahnya, Padukuhan Nabin, Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo, kemarin (29/6).

Kesuksesan Mujimin dalam memasarkan kerajinan bambu hingga pasar internasional itu, tidak lepas dari kegigihannya mempertahankan kualitas serta ketepatan waktu pembuatan. Sehingga pesanan dari konsumen luar negeri pun bisa terus ia penuhi.

Untuk pesanan kap lampu yang sedang dikerjakan bersama tiga karyawannya, ia bisa menyelesaikan 15 hingga 20 kap lampu per hari. Pembuatan dimulai dari memotong bilahan bambu, lalu dirakit menjadi kap lampu dan diawetkan agar tidak rusak ketika dikirim ke negara tujuan.

Hingga kini ia mengaku belum menemui kendala dalam hal pemenuhan bahan baku dan administrasi pengiriman ke luar negeri. Hanya saja ada permasalahan kurangnya minat anak muda untuk bekerja dalam bidang pembuatan kerajinan bambu.

“Untuk kendala saat ini hanya pada sumber daya manusianya. Bahan baku dan administrasi, semuanya masih aman,” ungkap Mujimin. (inu/laz)

Kulonprogo