RADAR JOGJA – Penularan Covid-19 di fasilitas kesehatan dan perkantoran masih terjadi. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo terpaksa menutup Puskesmas Pengasih 2 karena menjadi lokasi penularan virus. Begitu pula di Gunungkidul, terdapat penularan di perkantoran.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan, Puskesmas Pengasih 2 akan ditutup selama tujuh hari ke depan atau hingga Selasa (6/7). Tercatat ada sebanyak 23 karyawan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga Senin (28/6) ia mencatat setidaknya dari keseluruhan karyawan yang berjumlah 50 orang, sudah ada 23 karyawan yang terkonfirmasi positif. Ada tujuh karyawan dinyatakan negatif dan 20 sisanya tengah menunggu tes swab.”Senin ini kami lanjutkan tes swab terhadap 20 orang yang merupakan ring kedua untuk melihat cakupan penularan,” ujar Baning Senin (28/6).

Kemudian terkait penyebab terjadinya penularan di puskesmas tersebut. Baning menyatakan bahwa klaster tersebut bermula dari salah satu karyawan yang merupakan kontak erat dari pasien Covid-19, namun tetap masuk bekerja seperti biasa.

Menurut dia, rendahnya kesadaran karyawan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) juga memicu banyaknya penularan virus di lokasi tersebut. Mayoritas karyawan hanya menerapkan prokes saat pelayanan saja. Seusai pelayanan atau waktu ketika waktu istirahat masker dilepas dan aturan jaga jarak pun diabaikan.”Kelemahan temen-temen di puskesmas adalah seusai pelayanan dan menggunakan waktu istirahat untuk makan bersama, sehingga banyak yang tertular. Untuk itu, kepala Dinkes sudah menerbitkan instruksi kepada semua puskesmas agar tetap ingat terhadap prokes, entah saat pelayanan maupun setelah pelayanan,” ungkap Baning.

Sebagai informasi, ini merupakan kali kedua Puskesmas Pengasih 2 dilakukan penutupan. Pada September 2020 lalu fasyankes tersebut juga sempat ditutup karena menjadi lokasi penularan.

Di Gunungkidul, kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gunungkidul, ditemukan lima ASN terkena korona.

Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarjo mengatakan, penutupan sementara pelayanan adminduk tatap muka dimulai sejak kemarin (28/6). Sebagai gantinya pelayanan dilakukan secara online melalui nomor WA yang telah disediakan.

Menurutnya, semua layanan tatap muka disdukcapil ditutup. Kecuali kepentingan legislasi dan surat keterangan untuk kepentingan khusus. Termasuk pelayanan di Mal Pelayanan Publik Terminal Dhaksinarga juga tutup. Penutupan layanan tidak hanya di Kantor Disdukcapil Gunungkidul. Kantor Kalurahan Pulutan, Wonosari juga tutup sementara. Lurah Pulutan, Rusmiyanto mengatakan, penutupan dikarenakan adanya salah satu pamong dinyatakan positif korona.

Adanya kasus ini, ada 18 pamong yang kontak dengan pasien positif. “Saya ikut yang dites. Rencananya penutupan dilakukan hingga hasil tes keluar. Sambil menunggu hasil tes keluar, kami akan menjalani isolasi mandiri,” kata Rusmiyanto. (gun/inu/pra)

Kulonprogo