RADAR JOGJA- Puluhan hektar lahan sawah di wilayah Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, harus menelan pil pahit.

Lantaran di wilayah tersebut mengalami gagal panen.  Parahnya, ratusan hektar lahan lainnya juga terancam karena minimnya pasokan air.

Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Bingat Sudiyanto menuturkan, hingga kini tercatat sudah ada 25 hektar lahan persawahan padi yang mengalami gagal panen. Hal itu disebabkan karena minimnya curah hujan serta tidak adanya pasokan air irigasi ke lahan persawahan.

Dikarenakan gagal panen tersebut petani di wilayahnya mengalami kerugian hingga ratusan juta. Sebab, sebelumnya lahan telah digarap. Petani pun lebih memilih panen dini agar padi bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Kalau sukses mungkin bisa menghasilkan 7-8 ton per hektar, namun karena gagal panen ini kami merugi sampai ratusan juta,” ujarnya saat ditemui, Rabu (2/6).

Pria, 60, menerangkan, masalah kekeringan lahan di wilayah Sidomulyo memang merupakan permasalahan tahunan khususnya saat musim tanam kedua. Hal itu karena tidak adanya pasokan air, sehingga selama ini para petani hanya mengandalkan air hujan.

Dengan kondisi tersebut, Bingat berharap ada perhatian pemerintah untuk membuat saluran irigasi menuju lahan persawahan Sidomulyo. Yang mungkin bisa diambilkan dari Kalibawang karena memiliki sumber air terdekat.

“Kami sangat berharap masalah ini segera teratasi karena sudah banyak petani yang merugi. Karena ada dua kelompok tani lain yang mengalami dampak kekeringan lahan,” katanya.

Sementara itu,  Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo,  Jeni Widiyatmoko mendorong agar instasi terkait bisa segera memberikan solusi bagi para petani. Yakni dengan dilakukan pembangunan saluran irigasi untuk lahan pertanian terdampak.

Terlebih, selain 25 hektar lahan pertanian yang mengalami gagal panen di wilayah tersebut. Dari hasil pantauannya ada 198 hektar lahan persawahan lain yang terancam mengalami nasib sama.

“Harapannya ada sinergitas dari dinas pertanian,PU dan lingkungan hidup untuk mencarikan solusi. Kemudian untuk solusi jangka pendek mungkin dinas terkait bisa bantu men-cover dampak kerugiannya,” ujar politisi PKS ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha menyatakan pihaknya telah menyiapkan solusi dengan peminjaman pompa untuk para petani.

Sehingga harapannya lahan yang masih bisa dimanfaatkan bisa terselamatkan dari bencana kekeringan.  “Atensi kekeringan dari kami adalah dengan menyediakan sumber air alternatif yakni dengan pompa,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo