RADAR JOGJA – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kulonprogo didominasi oleh kalangan lansia yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Gugus tugas wilayah setempat mencatat sudah ada sebanyak 112 kasus kematian lansia karena virus tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, cukup banyaknya kasus kematian tersebut tak lain karena kalangan lansia lebih renta dalam hal ketahanan tubuh. “Terlebih, mayoritas lansia juga memiliki komorbid seperti hipertensi dan diabetes,” tuturnya Selasa (31/5).

Kasus kematian lansia di Kulonprogo sendiri didominasi oleh pasien dengan umur di atas 70 tahun. Rata-rata juga dalam kondisi sakit sebelum terkonfirmasi positif Covid-19. “Dengan terpapar Covid-19 maka itu akan memperburuk kondisi mereka,” ujar Baning.

Baning menambahkan, jumlah kematian lansia cukup mendominasi kasus kematian akibat Covid-19 di Kulonprogo. Hingga kini gugus tugas mencatat sudah ada 209 kasus, 112 kematian di antaranya merupakan kalangan lansia.
Selain dikarenakan komorbid dan kondisi yang renta, kasus kematian lansia juga disebabkan karena keterlambatan dalam hal penanganan. Sebab, dari catatan gugus mayoritas lansia sudah dalam kondisi sakit sebelum mendapat perawatan.”Jika dihitung keseluruhan kasus kematian akibat Covid-19 di Kulonprogo, hampir 60 persen didominasi oleh lansia,” ungkap Baning.

Kemudian terkait dengan tahapan vaksinasi bagi lansia sendiri, Baning menyatakan, bahwa sasaran vaksinasi bagi lansia baru mencapai 12 persen dari 78.421 target yang ditentukan. Rendahnya target vaksin pada sasaran tersebut dikarenakan terbatasnya jumlah vaksin yang dialokasikan kepada kabupaten Kulonprogo.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau kepada masyarakat agar selalu melakukan upaya pencegahan virus Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus konfirmasi di Kulonprogo tidak terus bertambah.

Menurutnya masyarakat harus patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. “Harapannya, dengan masyarakat yang patuh terhadap upaya pencegahan virus. Kasus covid-19 di Kulonprogo bisa ditekan,” ujarnya. (inu/pra)

Kulonprogo