RADAR JOGJA – Penanganan ratusan pasien Covid-19 dari klaster Sangon, membuahkan hasil . Setidaknya, Jumat (21/5) tercatat sudah ada tujuh orang yang dinyatakan sembuh. Sehingga tinggal 121 warga yang menjalani isolasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan bahwa ketujuh warga dinyatakan sembuh setelah selesai menjalani isolasi dan tidak ditemukan gejala. Dengan adanya penambahan kasus sembuh itu, total warga yang masih menjalani isolasi kini berkurang menjadi 121 orang.

Baning mengatakan, adapun total konfirmasi positif dari klaster Sangon sendiri berjumlah 128 orang. Jumlah itu tersebar di empat wilayah penularan yakni padukuhan Kadigunung 62 kasus, Sangon 61 kasus, Tlogolelo 3 kasus dan Tapen 2 kasus.

“Perkembangan klaster Sangon, untuk saat ini ada 128 kasus positif dan belum ada penambahan, namun ada 26 sampel yang masih menunggu hasil. Kemudian kasus sembuh ada 7 orang, 3 orang isolasi di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi mandiri,” terang Baning, kemarin.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, awal klaster tersebut diketahui terjadi pada 30 April 2021 lalu. Dimana sebagian warga mengeluhkan gejala Covid-19 usai menghadiri sebuah kegiatan di salah satu mushola. Kemudian dilakukan swab test PCR dan didapat hasil sebanyak 128 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baning menyatakan, total ada 430 orang yang sudah melakukan test swab PCR dan antigen. Dari jumlah tersebut 26 sampel masih menunggu hasil tes keluar untuk melihat potensi penambahan kasus penularan.

“Untuk saat ini, wilayah yang menjadi klaster penularan juga telah dibatasi akses keluar masuk masyarakatnya. Kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak juga telah dilarang,” imbuh Baning.

Sementara Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengimbau agar masyarakat selalu patuh dengan penerapan protokol kesehatan dan tetap melakukan upaya pencegahan virus. Sebab, dengan kembali terjadinya klaster penularan di Kulonprogo, membuktikan bahwa virus Covid-19 masih ada dan perlu diwaspadai.

“Untuk itu, kami akan lebih mengoptimalkan kepada semua yang terlibat dalam pencegahan virus ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir,” ujar Fajar. (inu/bah)

Kulonprogo