RADAR JOGJA – Sampai saat ini, pemahaman masyarakat khususnya yang berada di wilayah pinggiran Kulonprogo terhadap penggunaan obat dan antibiotik tergolong masih rendah. Sehingga perlu adanya upaya sosialisasi maksimal agar tidak berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan masyarakat itu sendiri.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kulonprogo, apt. Tri Lestari mengatakan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat dan antibiotik ini merupakan salah satu masalah serius. Sebab, dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan seseorang seperti efek samping dan sebagainya.

Tri mengungkapkan, dari hasil pengamatannya mayoritas masyarakat Kulonprogo, yang belum terlalu paham terhadap penggunaan obat dan antibiotik itu terdapat di wilayah pinggiran. Hal tersebut tentu tidak lepas dari kondisi geografis yang jauh dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

“Dan itu tidak hanya di Kulonprogo saja, banyak wilayah yang belum paham tentang penggunaan obat dan antiobiotik, khususnya di pinggiran. Bahkan, kami ada temuan masyarakat yang menggunakan antibiotik selama 2-3 tahun tanpa resep. Itu mengkhawatirkan,” katanya, Kamis (20/5).

Menurut Tri, upaya sosialisasi harus sering dilakukan oleh para apoteker maupun tenaga kesehatan dalam penggunaan obat dan antiobiotik tersebut. Sehingga, masyarakat kemudian bisa paham dengan penggunaan maupun penyimpanan obat dan antibiotik yang aman.

Hal itu juga, yang kemudian mendorong pihaknya untuk mengukuhkan agent of change (AOC) IAI Kulonprogo. Dimana mereka bertugas untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat maupun antibiotik.

Tri mengatakan total ada sebanyak 23 peserta yang dikukuhkan di Kantor Pemkab Kulonprogo pada Kamis (20/5). Dimana para peserta mereka merupakan apoteker yang bertugas di puskesmas, apotik dan fasilitas kesehatan di wilayah Kulonprogo.

“Dengan adanya AOC ini nantinya sosialisasi bisa gencar dilakukan, penggunaan obat pun bisa diawasi. Sehingga tidak ada lagi penggunaan obat secara bebas tanpa resep dokter,” katanya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an berharap agar para AOC yang sudah dikukuhkan bisa melaksanakan tugasnya secara maksimal. Sehingga harapannya tidak ada lagi penyalahgunaan obat maupun antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter.

“Kami di pemerintah kabupaten Kulonprogo sangat berharap agar masyarakat bisa diberikan pemahaman penggunaan obat oleh para AOC yang telah dikukuhkan,” katanya. (inu/bah)

Kulonprogo